Keluguan Anak Kecil dan Yang Terbesar di Kerajaan Surga

Ayat bacaan: Matius 18:4
=================
“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.”

Suatu kali teman dekat saya mendapat tugas ekstra sehingga ia tidak sempat menjemput anaknya. Ia kemudian meminta saya untuk pergi menjemput ke sekolah. Selama dalam perjalanan pulang anaknya dengan polos bercerita tentang apa saja yang tadi ia alami di sekolah dengan bersemangat. Ada banyak teman-temannya yang sudah punya gadget mewah, tetapi ia berkata bahwa ia sama sekali tidak kecil hati karena belum memiliki gadget-gadget itu. “Pengen sih.. tapi mungkin papa dan mama belum sanggup membelikan itu, atau mungkin saya harus rajin belajar dulu… tapi saya sudah berdoa meminta kepada Tuhan. Tuhan itu kan yang punya segalanya ya om, Tuhan pasti bisa mengabulkan permintaan saya nanti.” Saya tersenyum mendengar ucapannya. Itulah sebuah keluguan atau kepolosan anak kecil. Ia bisa mengatakan bahwa Tuhan sanggup menjawab doanya tanpa ragu sedikitpun. Bandingkan dengan kita yang pikirannya sudah banyak terpolusi oleh masalah hidup sehingga sering kurang yakin dalam berdoa atau malah lupa berdoa ditengah kesibukan sehari-hari.

Keluguan anak kecil memang bisa membuat mereka polos dalam memandang hidup. Mereka dengan yakin bisa memasang cita-cita setinggi langit tanpa harus dipengaruhi oleh logika-logika yang biasanya dimiliki orang dewasa mengenai mungkin dan tidaknya hal itu terjadi. Kepolosan mereka dalam berdoa pun bisa membuat kita tersenyum. Bagi sebagian orang mungkin terlihat lucu karena mereka belum tahu bagaimana sulitnya hidup ketika mereka dewasa nanti, tapi sebenarnya, justru bentuk keluguan anak-anak inilah menurut Yesus yang seharusnya bisa kita teladani. Kita harus angkat topi dan belajar dari mereka yang belum terkontaminasi berbagai keraguan lewat logika dan pikiran manusiawi yang seringkali justru merupakan penghalang utama dalam mencapai keberhasilan. Keluguan anak kecil dikatakan Yesus sebagai cerminan orang-orang yang dikatakan terbesar dalam Kerajaan Surga.

Perkataan Yesus mengenai anak-anak ini bisa kita baca dalam Matius 18:1-11. Pada suatu kali murid-murid Yesus bertanya kepadanya mengenai siap yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Mereka mungkin berpikir, itu adalah salah satu dari mereka. Mungkin yang paling rajin melayani, paling taat, selalu ikut kemanapun Tuhan Yesus pergi, tidak pernah melawan dan sebagainya. Tapi uniknya, Yesus justru memanggil seorang anak kecil yang kebetulan lewat disana lalu menempatkan anak-anak itu berdiri ditengah-tengah para murid, “lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 18:3-4). Saya membayangkan anak ini bingung dijadikan model oleh Yesus untuk menunjukkan siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga, tetapi ternyata seperti itulah gambaran pandangan Bapa yang disampaikan oleh Yesus sendiri. Yesus kemudian mengatakan bahwa siapapun yang menyambut anak yang polos dan lugu dalam namaNya, itu akan sama artinya dengan menyambut atau menerima Yesus. (ay 5). Kita bisa melihat bahwa kepolosan, kejujuran dan kerendahan hati anak-anak kecil mendapat penghargaan yang sangat tinggi dari Tuhan. Disana ada jawaban, solusi, pemeliharaan dan perlindungan atau proteksi dari Tuhan, sekaligus dikatakan sebagai yang terbesar dan menjadi yang empunya Kerajaan Surga (Matius 19:1). For of such as these children is the Kingdom of heaven composed. 

Proteksi? Ya, proteksi. Lihat bagaimana kerasnya Tuhan dalam menghukum mereka yang ingin merusak keluguan mereka, menyesatkan anak-anak ini untuk tidak percaya lagi kepadaNya. “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.” (ay 6). Selanjutnya Tuhan Yesus juga mengingatkan kita agar “jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.” (ay 10).

Anak-anak kecil yang lugu tidak dipandang/dianggap oleh dunia, tetapi di mata Tuhan mereka sungguh sangat berharga. Cara mereka melihat hidup sangat polos, mereka tidak pintar merangkai kata-kata puitis yang indah dalam berdoa, tetapi mereka akan menyampaikannya dengan sederhana dan jujur. Karena itu kita jangan meremehkan anak-anak ini. Dan kita pun jangan pula merendahkan atau menghina orang-orang yang bisa hidup dengan mengadopsi kejujuran/keluguan anak-anak dalam berhubungan dengan Tuhan, apalagi kalau sampai menyesatkan mereka, karena itu artinya kita sedang meminta Tuhan untuk menghukum kita seberat-beratnya. sampai menyesatkan mereka. Belajarlah dari kepolosan anak-anak kecil dan jadilah yang terbesar di Kerajaan Surga. Saya akan tutup dengan sebuah quote dari Michael Jackson: “In their innocence, very young children know themselves to be light and love. If we will allow them, they can teach us to see ourselves the same way.”

Kepolosan/keluguan anak kecil bisa menginspirasi kita untuk membangun hubungan yang baik dengan Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.