Kejujuran dan Kerendahan Hati

YOHANES Pembaptis adalah seorang nabi yang besar, ia menyatakan dengan sejujurnya bahwa ia bukanlah Mesias, melainkan hanya seorang utusan yang mempersiapkan jalan bagi kedatanganNya. Dengan rendah hati ia mengakui bahwa Mesias jauh lebih besar daripadaNya sehingga ia merasa tidak layak untuk membuka tali kasutNya.

Di awal tahun yang baru ini, kita diundang untuk membekali hidup kita dengan semangat kejujuran dan kerendahan hati seperti yang diteladankan oleh Yohanes Pembaptis:

Buanglah topeng kemunafikan yang kita kenakan, miliki keberanian untuk hidup jujur sesuai dengan ajaranNya. Berjuanglah untuk menjadi pribadi yang memiliki integritas; selaras dalam pikiran, perkataan dan perbuatanTumbuhkan sikap kerendahan hati dalam keseharian hidup kita. Sadari bahwa kita adalah manusia yang penuh dengan kelemahan dan kerapuhan, yang bergantung sepenuhnya kepada kasih dan kemurahan Tuhan. Dengan demikian tidak ada yang perlu disombongkan, karena semuanya adalah anugerah daripadaNya.

Mari perbaharui hidup kita, perkenankan Ia membentuk dan menggunakan kita sebagai sarana untuk menghantarkan sesama menuju keselamatan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: