Kehidupan Kekal

DALAM sabdaNya kepada orang Saduki, Yesus telah menegaskan bahwa ada kebangkitan setelah kematian. Setiap orang akan dibangkitkan, mengenakan ‘tubuh baru’ dan hidup kekal sebagai anak-anak Allah bersamaNya di surga.

Berkat kematian dan kebangkitan Yesus, maut telah dikalahkan. Kematian tidak membinasakan kehidupan, melainkan mengubahnya menjadi awal sebuah kehidupan baru yang abadi. Berlandaskan iman yang kokoh kepadaNya, maka kita semua memiliki pengharapan besar bahwa kelak kita pun akan dibangkitkan dan hidup bersamaNya. Dengan demikian semua penderitaan, kesulitan dan sakit-penyakit yang kita alami di dunia ini, dapat kita hadapi dengan sabar dan tetap setia kepadaNya.

Mari persiapkan diri sedini mungkin, arahkan seluruh pikiran dan hati hanya kepadaNya, berjuang untuk hidup kudus seturut kehendakNya. Semoga kelak kita layak untuk dibangkitkan dan memasuki kehidupan dan kebahagiaan abadi bersamaNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.