Kebugaran Rohani (2)

(sambungan)

Latihan atau training. Seperti layaknya sebuah latihan, sesuatu yang kita tuju sebagai hasil tidaklah akan tercapai dengan instan. Orang yang baru memulai komitmennya untuk lari pagi biasanya harus terlebih dahulu mengalahkan keinginan akan kenyamanan untuk terus berlama-lama berbaring di atas kasur yang empuk, melawan rasa malas dan sebagainya. Rasa lelah yang luar biasa atau bahkan kebosanan mungkin akan menjadi masalah awal ketika kita baru memulai untuk berolahraga secara rutin. Itu wajar, karena ritme tubuh kita belum terprogram sepenuhnya untuk sebuah kegiatan baru. Itulah sebabnya kita harus berlatih. Lalu coba tanyakan kepada mereka yang sudah lama secara rutin berolahraga. Mereka biasanya mengaku gelisah apabila jadwal olahraganya berhalangan. Mereka akan merasa ada sesuatu yang kurang, tidak lengkap jika mereka melewatkannya sekali saja. Tubuh mereka biasanya sudah terprogram untuk melakukan latihan pada waktu-waktu yang ditentukan. Bukan hanya masalah kedisiplinan, tetapi body clock dan body rhythm mereka sudah berada dalam kondisi seperti itu. Inilah hal yang bisa kita dapatkan dari sebuah rangkaian proses bernama latihan. Dan kondisi kebugaran optimal hanya akan dicapai jika latihan itu dilakukan secara disiplin, rutin, teratur dan tentunya kontinu.

Proses latihan rohani juga seperti itu. Kita harus membiasakan diri kita secara rutin meluangkan waktu untuk merenungkan firman Tuhan, berdoa, bersaat teduh dan sebagainya. Kita harus terus melatih diri kita hingga terbiasa untuk menghidupi firman Tuhan, mempercayakan jalannya hidup kita setiap saat ke dalam tangan Tuhan. Tanpa mengenal firman Tuhan, kita tidak akan mungkin bisa mengaplikasikan kebenaran Kerajaan dalam kehidupan kita.

Lihatlah bagaimana Daud begitu mencintai firman Tuhan. “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:1-3). Kita juga bisa melihat Mazmur 119 yang menjelaskan secara lengkap bagaimana bahagianya orang yang hidup menurut Firman Tuhan.

Penulis Ibrani menyerukan “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25). Ada begitu banyak manfaat yang akan kita peroleh dengan mendisiplinkan diri untuk terus melatih kerohanian kita. Bukan saja untuk kehidupan saat ini, tetapi juga berlaku selamanya alias kekal. Jika demikian, kalau untuk latihan jasmani yang gunanya terbatas saja kita mau menghabiskan banyak waktu, mengapa untuk sesuatu yang berguna dalam segala hal dan kekal kita masih malas atau malah tidak mau? Ambillah komitmen dari sekarang untuk mempergunakan waktu-waktu secara khusus bersama Tuhan. Mendengarkan suaraNya, diam di hadiratNya, merenungkan firmanNya dan menghidupi itu semua dalam segala yang kita lakukan sehari-hari. Mungkin berat pada mulanya, tetapi pada suatu ketika anda sendirilah yang akan merasakan manfaatnya.

Berlatihlah terus untuk mencapai kebugaran rohani yang optimal 

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.