Kebersatuan di Antara Orang Percaya (1)

Ayat bacaan: Yohanes 17:20-21
========================
“Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Berkecimpung di dunia musik membuat saya melihat banyak band yang datang dan pergi. Ada yang bisa bertahan lama, ada yang belum apa-apa sudah bongkar pasang dan akhirnya bubar. Apa yang seringkali menjadi akar permasalahan adalah egoisme atau kadar ke’aku’an yang berlebihan. Bentuknya pun macam-macam. Ada yang ingin menonjol di antara rekan-rekan seband, ada yang terlalu dominan dan memaksakan kehendak, ada yang merasa paling hebat sehingga dengan mudah menyalahkan temannya kalau ada tidak pas pada saat bermain, menganggap diri sebagai pemain kunci sehingga menuntut pembagian lebih besar, seenaknya mangkir pada saat latihan dan sebagainya. Apa yang saya lihat adalah perpecahan ternyata bisa terjadi bahkan terhadap orang-orang yang punya visi dan passion yang sama. Mereka sama-sama membangun impian mereka untuk menjadi sukses pada saat membentuk band, bukankah itu menunjukkan bahwa mereka punya dasar dan tujuan yang sama? Jadi jangan kira bahwa perpecahan hanya ada diantara orang yang jelas-jelas berbeda dalam segala hal, tetapi itu pun bisa menimpa mereka yang sebenarnya berpijak pada dasar yang sama.

Sangat disayangkan bahwa diantara orang percaya hal ini juga terjadi. Sama-sama percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, tetapi berbeda gereja dan denominasi alias aliran. Saling mengejek, merendahkan, menjatuhkan bahkan menuduh sesat masih saja terjadi diantara orang percaya. Itu cepat atau lambat akan membuat hubungan di antara sesama saudara/saudari seiman menjadi kaku, renggang atau bahkan terputus. Kita bisa mudah terjebak untuk merasa tata cara kita yang paling benar sedang yang lain salah atau malah sesat. Keretakan dan perpecahan bahkan masih bisa terjadi di dalam satu gereja yang sama. Ironisnya terkadang mereka malah bawa-bawa Tuhan atau berani menyalahkan Tuhan atas itu. “Ini kehendak Tuhan, kita harus berdiri sendiri.” Apakah benar Tuhan menghendaki perpecahan? Rasanya tidak. Apa yang disinggung Tuhan Yesus dalam doanya secara khusus justru menunjukkan bahwa persatuan merupakan agenda penting dari isi hati Tuhan bagi umatNya.

Ketika berada di taman Getsemani menjelang penangkapan, Yesus datang berdoa untuk semua orang yang percaya kepadaNya yang tengah, atau seharusnya aktif menyebarluaskan tentang Kristus kepada siapapun. “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17:20-21).

Apa yang diminta Yesus bagi orang percaya? Dia tidak meminta agar Tuhan selalu memastikan orang percaya agar hidup sepenuhnya senang tanpa penderitaan. Dia tidak meminta kita agar tidak pernah jatuh sakit atau kebal secara fisik maupun perasaan. Tapi yang Tuhan Yesus minta adalah agar semua orang percaya menjadi satu, seperti Tuhan di dalam Kristus dan Kristus di dalam Tuhan. For all of us to be one, just like Father is in Him, and He is in Father.

Ini sebuah pesan penting akan persatuan di antara Bapa, Kristus dan kita anak-anakNya. Untuk itu Yesus sudah memberi kemuliaan, the glory and honor, seperti yang telah diberikan Tuhan kepadaNya. “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:” (ay 22). Yesus berdoa agar kita bersatu, hidup rukun satu dengan lainnya agar dunia bisa mengetahui bahwa Tuhanlah yang mengutus Kristus untuk menyelamatkan manusia. “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” (ay 23). Kalau Yesus mengatakan seperti ini, artinya kita tidak akan bisa menyatakan Tuhan kepada dunia.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.