Keberadaan Tuhan dari Keunikan CiptaanNya

Ayat bacaan: 1 Korintus 12:6
========================
“…tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.”

Dahulu di televisi ada sebuah program mirip artis yang lumayan populer. Orang-orang yang berwajah mirip tampil dalam tiap episode dan tentunya mengundang tawa kita sebagai pemirsa. Kalau kita lihat di televisi hari ini, ada wajah-wajah yang mirip presiden Amerika Serikat dan gubernur Jakarta yang tampil membintangi iklan atau dijadikan bintang komedi dalam beberapa acara. Mirip memang, tapi jelas tidak sama. Kita tahu bahwa mereka adalah orang lain yang kebetulan punya wajah hampir sama. Tapi adakah orang yang benar-benar 100% persis sama? Bahkan saudara kembar sekalipun ada saja perbedaannya. Berapa banyak penduduk dunia saat ini? Dan berapa jumlah total manusia sejak masa penciptaan pertama kali?

Adakah yang pernah persis sama dari ujung rambut sampai ujung kaki? Tidak. Semua dengan keistimewaannya sendiri, semua dengan keunikannya sendiri. Wajah dan postur berbeda, sifat, hobi serta kemampuan atau talentanya pun beda-beda. Bagaimana mungkin jumlah tak terhingga dari manusia dari dahulu kala sampai hari ini tidak satupun ada yang sama? Keragaman yang luar biasa menunjukkan Tuhan sebagai pencipta terbesar dengan kreativitas tak terbatas yang tidak akan pernah bisa disamai siapapun. Semua Dia ciptakan dengan variasi tersendiri yang sulit ditangkap nalar atau logika kita yang terbatas. Itu baru manusia. Bagaimana dengan tumbuhan/tanaman, hewan bahkan isi alam semesta yang luasnya belum juga sanggup diukur manusia sampai hari ini? Kebesaran Tuhan tampil secara nyata dari segala sesuatu yang kita lihat dalam hidup sehari-hari. Dengan kata lain, kebesaranNya akan sangat jelas bisa kita lihat dari ciptaanNya.

Kita tidak perlu berpikir terlalu jauh mengenai eksistensi Tuhan dan kebaikan serta kasihNya, karena hanya dengan memandang sekeliling kita saja, atau bahkan dengan menutup mata dan menghirup udara saja kita sudah bisa menemukan kebesaran Tuhan secara jelas dan nyata dalam hidup ini. Daud banyak menuliskan perenungannya akan kebesaran dan kemuliaan Tuhan dengan menikmati segala keindahan alam semesta yang telah Dia sediakan sejak semula. “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” (Mazmur 19:2). Dalam Mazmur 104 kita bisa kembali menyaksikan bagaimana puitisnya Daud dalam melukiskan alam semesta dan kehidupan yang berjalan di dalamnya. Tuhan berkata bahwa segala yang Dia ciptakan itu bukan sekedar baik, tetapi “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31). Ditengah pengrusakan alam yang dilakukan banyak orang yang tidak bertanggung jawab hari ini, kita tetap masih bisa menyaksikan banyak bagian yang menyimpan keagungan karya Tuhan yang begitu indahnya.

Kembali kepada keragaman manusia, perhatikanlah bahwa setiap orang Dia ciptakan dengan keunikan tersendiri. Bukan cuma wajah, postur dan ciri-ciri fisik saja, tetapi juga sifat, cara berjalan, suara, gaya dan lain-lain semuanya beda. Semuanya Dia ciptakan secara khusus atau istimewa bagi masing-masing orang, handcrafted by Himself with His signature being stamped on it. Dalam hal kita sebagai bagian dari tubuh Kristus, kita pun bisa melihat bahwa Tuhan menyediakan karunia  yang berbeda-beda bagi setiap orang. Itu bukanlah dimaksudkan untuk membuat orang ada yang lebih dan ada  yang kurang, tetapi sesungguhnya ada kandungan pesan yang sangat mulia di dalamnya, yakni agar kita bisa bekerjasama untuk kepentingan pekerjaan Tuhan. Paulus menyatakannya dalam surat 1 Korintus: “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.” (1 Korintus 12:4-5). Selanjutnya ia berkata “Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.” (ay 6). Karunia berbeda-beda diberikan kepada kita, panggilan berbeda-beda, tetapi semua itu tetaplah berasal dari satu Tuhan. It is the same God who inspires and energizes them all, in all. 

Semua keunikan ciptaan Tuhan menunjukkan eksistensi atau keberadaanNya secara nyata. Jika kita masih menyangkal keberadaan Tuhan, baik secara nyata atau masih meragukan itu dalam hati, itu sama saja dengan menutup mata dari semua yang ada disekitar kita sejak kita lahir sampai hari ini. Dan ingatlah bahwa tidak akan pernah ada cukup alasan yang bisa membenarkan kita hidup dengan kebencian. Hidup dengan sikap memusuhi, menghakimi atau menghina dan merendahkan saudara-saudara kita sendiri adalah sama artinya dengan menghina karya Tuhan sendiri. Mengapa? Karena jelas dikatakan bahwa segala perbedaan itu tetaplah berasal dari Tuhan yang sama, dimana semuanya Dia buat secara khusus dengan tanganNya sendiri. Jika pelukis sering membubuhkan tanda tangannya pada lukisannya, tanda tangan Tuhan tertera dalam semua yang Dia ciptakan. Menyadari hal itu, marilah kita menjaga baik-baik segala yang telah Dia percayakan kepada kita, dan marilah singkirkan permusuhan dan kebencian. Bekerjasamalah dengan kerukunan dengan saudara-saudara kita lainnya tanpa melihat latar belakangnya. Berkati semua orang tanpa terkecuali, dan doakan mereka. Dengan demikian kita akan menjadi orang-orang yang menghargai betul kebesaran dan keagungan Tuhan dan bisa memuliakanNya dalam segala yang kita lakukan.

Tuhan yang sama mengerjakan segala keistimewaan yang ada pada semua orang tanpa terkecuali

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.