Kasihilah Musuh-musuhmu, Mat 5:38-48

GAGASAN pokok dari Kitab Suci:

Marilah kita berhenti sejenak untuk merenungkan, mengapa Yesus mengajarkan kepada para muridNya agar mengasihi musuh dan tidak saling balas dendam? (Mat 5:38-48)

Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang mener-bitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.(Mat 5:15-21)

Ada dua alasan pokok:

  •  Agar kita menjadi anak Bapa yang mahapengasih.
  • Agar kita dapat menjadi sempurna seperti Bapa.

Merenungkan pengalaman

Dewasa ini banyak kekerasan terjadi.  Tempat ibadah dibakar atau dirusak. Demo-demo makan banyak korban. Di negara kita pernah terjadi sengketa antaretnis di pedalaman. Perang etnis ini  diwarnai dengan  saling menyerang dan saling membakar desa-desa mereka.Korban berjatuhan. Banyak korban mati dan ribuan orang lainnya terpaksa  mengungsi. Aparat keamanan pun terpaksa kerja keras untuk meredakannya.  

Perang etnis ini sebetulnya  ini sudah lama terjadi. Pemicunya  karena ada seorang anggota etnis  A yang mengamuk dan menyakiti seorang dari etnis B. Maka etnis B pun tersinggung dan mengerahkan seluruh desa untuk menyerang etnis A. Akibatnya sangat fata. Perang antaretnis dan sampai sekarang ketegangan tersebut masih dirasakan.

Setelah beberapabulan kejadian tersebut, ada seorang yang maumenjadi pendamai. Ia mempelajari sebab-sebabnya. Dari pengamatnya, ternyata di antara etnis A itu ada banyak umat beriman.

Pertanyaannya. mengapa bisa terjadi etnis ini dapat menjadi  marah dan boleh dikatakan lupa dengan ajaran yang pernah diterimanya?

Pastur yang bertugas di paroki tersebut bertanya: “Mengapa kalian bisa mengamuk?

“Habis mereka yang mencari gara-gara. Mereka yang bersalah. Biar mereka merasakan akibatnya” jawabnya.

“Apakah kalian tahu bahwa itu melawan perintah Tuhan” tanya pastur.

Tahu pastor, tetapi kalau etnis kami diserang pasti kami akan membalasnya,”selanya.

Inilah masalahnya. Kalau serangan dibalas dengan serangan masalah tak pernah akan selesai. Kalau kejahatan dibalas kejahatan maka akan muncul kejahatan baru dan kebencian akan mencapai puncaknya. Dalam hal ini kerap kali iman tidak dapat berbicara dan mereda emosi atau kemarahan.Walaupun mereka sudah dibabtis secara  katolik, emosi dan kemarahan akan tetap meraja lela. Mereka lupa akan ajaran Yesus “Kasihilah musuhmu”.

Kita  pun kerap mengalami hal serupa. Kerapkali ada kebencian yang terpendam selama bertahun-tahun. Sebabnya karena orang tidak mau saling mengampuni. Maka kebencian ini berubah menjadi dendam kesumat. Padahal kemarahan itu muncul hanya karena alasan sepele.

Kalau renungkan sejenak, hidup ini adalah anugerah yang kita terima dari Allah Bapa yang mahapengasih. Maka tak ada orang  berhak mencabut nyawa selain Allah sendiri.  Itulah sebabnya kita tidak diperbolehkan main hakim sendiri,  karena Allah sendiri yang memberi hidup kepada kepada semua orang yang baik dan yang jahat.

Ini tidak berarti bahwa Tuhan membiarkan kejahatan merajalela di dunia ini, tetapi karena kasihNya Allah tidak langsung menghukum orang yang berdosa. Dia memberi kesempatan agar mereka mau bertobat.

Coba kita berpikir sejenak: Bagaimana perasaan kita, kalau kesalahan kita tidak pernah diampuni oleh Tuhan dan orang lain. Tentu kita tidak pernah akan merasa akan damai. Kita akan mempunyai banyak musuh. Oleh karena itu, pengampunan itu sangat penting. Bahkan kalau kita bisa mengampuni musuh kita dan menertima orang yang bersalah terhadap diri kita, itu berarti bahwa kita sudah mengusai emosi kita dan perasaan kita. Pengampunan bisa membuat hidup orang menjadi baru.

 Pengampunan juga dapat membebaskan orang dari  luka batin dan dorongan balas dendam. Hal ini akan menyembuhkan luka-luka batin kita. Selain itu pengampunan bisa membantu orang untuk menciptakan kehidupan baru dalam berelasi dengan orang lain.

Mencari pesan

Panggilan  untuk menjadi seorang kristen dan hidup bermakna adalah panggilan untuk menjadi saksi Kristus. Caranya dengan mencintai Allah melalui cinta terhadap sesama. Untuk itu kita harus memahami kebutuhan dan perasaan orang lain. Kita harus belajar mengampuni dan meredakan kemarahan kita. Untuk itu kita perlu menjalin hubungan erat dengan Tuhan. Bila ini sudah terjadi maka kita akan mudah mengampuni kesalahan sesama. Bila kita rajin berdoa untuk berkomunikasi dengan Tuhan maka segala masalah dapat kita selesaikan dengan pertolonganNya.

Kuncinya adalah komunikasi. Segala masalah bisa kita komunikasikan secara terbuka. Bila hal ini kita lakukan maka hidup kita akan mengalamai pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Komunikasi adalah saling tukar pikiran dan perasaan.

Caranya adalah saling terbuka untuk menerima alasan pihak lain dan tidak memaksakan kehendaknya. Bukan dirinya yang paling benar. Pihak lain juga mempunyai kebenaran. Untuk itu perlu dibicarakan agar memperoleh kesepakatan bersama. Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Keduanya menang untuk menyelesaikan masalah secara bersama.  

Komunikasi adalah untuk kesatuan untuk saling memberi dan menerima.  Dialog yang sejati menumbuhkan kepercayaan, keterbukaan dan keterlibatan. Inilah yang dikehendaki Tuhan. (pcp)

Photo credit: Ilustrasi (Courtesy of ClipArt)

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan mat 5 38-48
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.