Kasih yang Universal (2)

(sambungan)

Tuhan telah menganugerahkan kasih kepada setiap manusia sejak semula. Jika direnungkan baik-baik, kasih jelas merupakan sebuah pemberian yang luar biasa besarnya dan indahnya. Bayangkan apa jadinya hidup ini tanpa kasih? Mengenai kasih Bapa Surgawi, tidak saja Dia memberikan kasih kepada manusia, tapi Dia sendiri telah terlebih dahulu menunjukkan kasihNya yang teramat sangat besar justru di kala manusia masih hidup berselubung dosa. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8). Sebagai bukti kasihNya kepada kita Yesus pun hadir di dunia ini, rela mengorbankan segalanya demi diri kita semua. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16). Itu sebentuk kasih yang sungguh besar yang bahkan sulit untuk ditiru oleh manusia. Lihatlah bagaimana kasih punya kekuatan yang begitu besar, bahkan sanggup menggerakkan hati Allah untuk rela melakukan misi penyelamatan lewat Yesus. Mungkin kita mau mengorbankan nyawa demi anak atau istri/suami, orang tua atau saudara, tapi maukah kita memberikan nyawa bagi orang yang tidak kita kenal sama sekali, apalagi kepada orang yang berperilaku jahat? Rasanya tidak satupun dari kita yang mau. Tapi Tuhan mau bahkan sudah melakukannya. Itu adalah bukti dari kasihNya yang begitu besar. Kalau hari ini kita hidup dalam sebuah kehidupan yang dekat secara pribadi dengan Tuhan, jika hari ini kita memiliki Roh Kudus yang senantiasa menuntun kita agar tidak salah melangkah, jika hari ini kita sudah diberikan kunci kerajaan Surga, artinya diberikan keselamatan lengkap dengan petunjuk melangkah agar semua itu terjadi dalam kepastian, itu semua adalah berkat Yesus yang rela turun ke dunia mengambil rupa seorang hamba, dan itu adalah penggenapan dari kehendak Allah yang didasari kasih kepada ciptaanNya yang istimewa.

Jika Allah mengasihi kita sebegitu besar, bukankah kita pun harus mengasihi Tuhan kembali, dan harus pula bisa mengaplikasikan kasih yang sama kepada sesama? Tidakkah keterlaluan apabila kita justru lebih tertarik mengisi hidup dengan sifat egois, kebencian, iri hati, dengki dan hal negatif lainnya? Firman Tuhan berkata: “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:8). Dan itu wajar mengingat Allah sendiri mengasihi kita semua dengan kasih setiaNya yang tiada habis dan batasnya. Kita tidak bisa berdalih bahwa kita tidak punya bentuk kasih seperti itu, karena Alkitab sudah menyebutkan bahwa kita memilikinya yaitu dalam Roma 5:5 yang menyatakan bahwa kasih Tuhan telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Lihatlah bahwa yang dipakai adalah “telah dicurahkan”, bukan akan, bakal atau mudah-mudahan dicurahkan. Artinya, semua itu sebenarnya sudah kita miliki sepenuhnya lewat Roh Kudus. Tinggal kita yang memutuskan apakah kita mau berjalan dalam hidup ini dengan digerakkan oleh kasih atau kita masih terus berpusat pada kepentingan diri sendiri dan sulit untuk mengasihi dan menolong orang lain.

Kasih merupakan elemen terpenting yang seharusnya menjadi dasar atau inti kehidupan kekristenan lalu berkembang menjadi cerminan nyata dari kehidupan orang percaya. Ketika yang lain akan berakhir, tidak demikian halnya dengan kasih. “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap…Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:8,13). Ketika yang lain kelak lenyap, kasih akan tetap ada, dan akan selalu menjadi yang terbesar. Kasih akan terus menuntun kita ke dalam koridor yang benar menuju keselamatan, dan masih akan berlaku di kehidupan kekal nanti.

Jika anda saat ini tengah menghadapi orang-orang yang sulit dijangkau, ingatlah bahwa firman Tuhan sudah berkata bahwa kasih tidak pernah gagal. Kasih mampu mengatasi berbagai permasalahan dan menjaga agar sukacita senantiasa hadir dalam kehidupan kita bahkan mampu mendatangkan keselamatan bagi orang lain. Love never fails, love never dies. Kasih mampu membawa berbagai berkat dari Tuhan, damai sukacita bahkan pemulihan dalam hidup manusia.Sentuhlah orang lain dengan kasih yang berasal dari Tuhan, dan saksikanlah bagaimana kasih mampu mengubahkan segalanya menjadi sangat baik. Hari Valentine akan sangat baik dipakai sebagai momen menyatakan bentuk kasih yang universal, yang jauh lebih luas dari sekedar tukar kado, candlelight dinner atau kartu ucapan. Jadikan titik tolak untuk mempergunakan kasih untuk menjadi saluran berkat dan menjangkau banyak jiwa yang haus kebenaran di luar sana. Selamat Hari Kasih Sayang, Happy Valentine’s Day. Keep spreading the Heavenly love throughout the world.

Yang lain bisa gagal, tapi kasih tidak pernah gagal

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.