Kamis, 11 Agustus 2016
Pekan Biasa XIX
PW S. Klara, Perawan
Yeh 12:1-12; Mzm 78:56-59.61-62; Mat 18:21-19:1

Sekali peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata,
“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku
jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kalikah?” Yesus menjawab, “Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

JAWABAN Yesus kepada Petrus dalam Injil hari ini, “bukan hanya tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali,” menunjuk pada kehidupan heroik atas keutamaan kerahiman dan pengampunan. Ia sendiri telah melakukannya untuk mereka yang menyalibkan-Nya. Ia memberi kita contoh terbaik dan sempurna tentang kasih itu.

Sesungguhnya, tujuh puluh kali tujuh yang Yesus bicarakan diukur dengan peristiwa Salib. Itulah simbol kasih dan pengampunan Tuhan yang tanpa batas.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus kita belajar memurnikan hati kita dari kejahatan dan dari kebrutalan. Kita mohon pada-Nya agar menganugerahkan kepada kita hati yang lebih mengampuni. Apakah kita mencoba mencontoh kasih dan pengampunan-Nya yang tanpa akhir baik dengan cara sederhana maupun yang istimewa, besar maupun kecil?

Tuhan Yesus Kristus, kami hanya dapat mengagumi karya-Mu melalui jiwa para suci dan para martir. Engkau memampukan mereka menyerahkan nyawa mereka bagi sesama, dalam meneladan kasih pengorbanan-Mu sendiri. Bantulah kami memeluk jalan kasih dan pengampunan yang sama kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.