Kasih Menutupi Segala Keburukan

< ![endif]-->

family-peace-250x194

APA yang akan Anda lakukan kalau tidak ada kasih dalam hidup bersama? Anda akan biarkan saja situasi seperti itu berlangsung? Atau Anda mulai menempuh berbagai cara, agar kasih menjadi andalan hidup bersama?

Suatu hari terjadi percekcokan yang hebat antara sepasang suami istri. Pasalnya, mereka mulai kehilangan kasih. Relasi di antara mereka mulai meredup. Mereka berjuang sendiri-sendiri. Mereka kurang saling memperhatikan. Kalau mereka mulai saling peduli, itu karena mereka masih punya tanggung jawab terhadap anak-anak mereka. Karena itu, mereka bertemu hanya untuk membahas tentang masa depan anak-anak mereka.

Situasi ini berjalan begitu lama. Mereka bersandiwara di hadapan anak-anak mereka. Akhirnya suatu ketika mereka memutuskan untuk berpisah. Mereka tinggal di rumah masing-masing. Mereka hanya bertemu secara berkala saja. Mereka hanya bertemu untuk anak-anak mereka. Tampaknya mereka tidak saling membutuhkan. Tiada lagi cinta yang tersisa di antara mereka.

Sahabat, kita hidup berkat kasih karunia Tuhan melalui orang-orang di sekitar kita. Kita hidup dalam sebuah ikatan yang membutuhkan kasih. Orang butuh diperhatikan. Orang butuh disapa dalam hidup sehari-hari.  Ini yang semestinya selalu disadari oleh setiap orang. Situasi seperti ini yang mesti selalu diperjuangkan oleh setiap orang. Situasi seperti ini yang semestinya menjadi bagian dari setiap orang.

Namun banyak orang kurang menyadari hal ini. Akibatnya, banyak orang hidup tanpa kasih. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena dosa yang mulai menyusup ke dalam hidup manusia. Dosa mulai menggoda manusia untuk meninggalkan suasana hidup dalam kasih itu.

Dosa dapat menyebabkan gesekan, kesalahpahaman bahkan pertengkaran. Dalam kondisi seperti itulah dibutuhkan kasih. Nah, dalam hal mengasihi, harus ada yang memulai. Jika masingmasing bersikeras merasa diri benar, maka kasih tidak akan muncul. Harus ada seseorang yang sadar, bahwa mereka bersaudara. Persaudaraan itu didasarkan pada kasih yang mendalam.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa hidup yang tidak dikuasai oleh kasih terasa hambar. Bagai sayur tanpa garam. Tidak terjadi komunikasi yang baik. Orang hidup dalam egoisme mereka. Orang dikuasai oleh keinginan-keinginan dirinya saja. Tentu saja suasana seperti ini sangat berbahaya bagi hidup bersama. Pepatah mengatakan, untuk membangun sebuah keluarga dibutuhkan dua orang yang saling mencintai. Tetapi untuk menghancurkan sebuah keluarga, dibutuhkan satu orang egois yang hanya hidup bagi dirinya sendiri.

Untuk itu, orang beriman butuh kasih yang tulus. Orang beriman mesti memperjuangkan kasih, agar hidup dalam suasana penuh damai. Santo Petrus berkata, “Tetapi yang terutama ialah kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” (1Ptr 4:8). Mari kita berusaha membangun kasih yang tulus. Dengan demikian, kita mampu membawa damai dalam hidup bersama. Tuhan memberkati.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.