Karena Bukankah Gereja (Untuk) Kaum Papa?

PAGI ini
setelah Misa dan sarapan sementara kupersiapkan renungan adorasi harian di kamar
pintu kamarku Diketok

kubuka dengan segenap Cinta
dan Grace – ketua Misdinar yang baru terpilih teman-temannya – yang mengetuk Pintu itu bilang
: Romo ada seseorang mencari Romo di bawah
+ Siapa ya
: Ndak tahu Romo
+ Ok sebentar ya

dan Saat saya temui Tamu itu
– aku memang tak Kenal, ia berwajah kusut seorang Lelaki –
dengan sertamerta ia berkata
: maaf Bapak saya mau ngrepoti
anak saya habis operasi paruparu
dan kini belum bisa pulang
sebab dana masih Kurang

ia berkata terbatabata
di pagi yang tidak pagipagi buta
kudengarkanlah penuh Cinta

: saya sudah ke paroki ….
(dia sebut nama satu paroki
sesuai alamat dia tercantum di
kartu keluarga yang dibawanya)
dijawab begini, kita tak bisa bantu karena anakmu dirawat di rumah sakit swasta dan kekuranganmu tak banyak

[mendengar itu aku tak mau curiga tapi juga tak sepenuhnya percaya…. karena Gereja dan Paroki bukankah untuk Kaum Papa?]

lalu ia berkata lagi
: saya sudah minta ke Keuskupan tapi jawabannya Sama dan saya disuruh ke Paroki saja sebab kekuranganku di bawah satu juta

[lagi-lagi… mendengar itu aku tak mau curiga tapi juga tak sepenuhnya percaya…. karena Gereja dan Paroki dan Keuskupan bukankah untuk Kaum Papa?]

maka kubertanya
+ Bapak bilang minta ke Keuskupan, di mana?
(dan disebutnya nama jalan yang bukan Jl. Pandanaran dan itu pasti bukan alamat Keuskupan
maka kutegaskan padanya bahwa alamat itu bukan alamat Keuskupan… sambil kubilang kalau ke Keuskupan yang benar pasti sudah dibantu bahkan jikalau lebih dari jumlah kekurangan itu sebab pikirku… karena Gereja dan Paroki dan Keuskupan bukankah untuk Kaum Papa?)

lalu tanpa kutanya dia berkata jua
: saya diberi tahu teman di toko elektronik Mataram katanya suruh cari Pak Romo Budi pasti ditolong makanya saya ke sini dan maaf kalau ngrepoti

[dalam hati aku bersyukur alhamdulillah puji Tuhan saja sambil terus mendengarkannya]

+ Anak bapak namanya siapa dirawat di mana
: Margaret Valentin di Ruang Gama RS Pantiwilasa

+ Kurangnya berapa ta Pak
: Kurang dari tiga ratus ribu rupiah
tadinya tujuh ratus tapi istri saya sudah cari pinjaman juga ke manamana maka tinggal kurang dari tiga ratus saja terserah Pak Romo mau bantu berapa seikhlasnya
+ Persisnya kurang berapa ya

dan dia menyebut angka genap
lalu Segera kuberikan padanya
tak kurang tak lebih
seperti yang dimintanya
[karena Gereja dan Paroki bukankah untuk Kaum Papa?]

lalu Segera ia pamit
untuk mengeluarkan putrinya
dari rumah Sakit

doaku pula
+ semoga ananda Margaret Valentin segera Sembuh dan bisa pulang ke Rumah dengan Sehat

(tapi aku juga tak mau Curiga
bahwa Lelaki itu
sedang menipuku
sebab lebih baik aku Ditipu
dan bisa belajar bermurah Hati
daripada aku Menipu
dan penuh cintadiri)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.