MELALUI sakramen baptis, kita diangkat menjadi anak Allah; tapi bukan berarti bahwa kita pasti dijamin masuk ke surga dan menikmati keselamatan tanpa mengusahakannya. Karena sebagai manusia yang lemah, kita masih memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Diperlukan perjuangan secara terus menerus di sepanjang hidup kita, agar kita layak disebut sebagai anak Allah.


Untuk itu, kita harus memiliki karakter yang mencerminkan martabat kita sebagai anak Allah, yakni

Percaya dan bergantung sepenuhnya kepada BapaBersedia melaksanakan seluruh kehendakNya dengan tulus dan dan sepenuh hati, meskipun berati harus mengurbankan kepentingan pribadiHidup dalam kebenaran, menjauhkan diri dari dosa

Mari perbaiki hidup kita, jangan lagi menjadi hamba dosa. Perkenankan sabdaNya menjiwai hidup kita, menuntun dan menerangi setiap langkah hidup kita. Tanggalkan manusia lama dan kejarlah kekudusan agar kelak kita layak dibangkitkan oleh Kristus untuk bersama-sama masuk ke dalam rumah Bapa dan tinggal bersamaNya untuk selamanya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.