Kapanpun, Dimanapun

Ayat bacaan: Efesus 2:18
====================
“karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.”

kapanpun, dimanapun

Saya sering berpikir, betapa bahagianya anak-anak yang lahir di era teknologi seperti sekarang ini. Anak-anak SD pun sekarang sudah dilengkapi handphone yang memungkinkan mereka berkomunikasi kapan saja dengan orang tua, saudara, sanak keluarga  atau teman-temannya. Di usia sangat muda mereka bahkan sudah mengenal internet, sudah bisa chatting dengan baik lengkap dengan icon atau smileys yang sudah disediakan. Mengagumkan. Saya pernah chatting dengan keponakan seorang teman di Surabaya yang usianya masih 7 tahun. Meski ia masih harus perlahan-lahan mencari huruf di keyboard, tapi dia sudah mampu berkomunikasi dengan lancar menggunakan fasilitas chatting. Itulah era teknologi yang memungkinkan siapapun untuk menjalin hubungan dengan siapapun kapan saja, dimana saja. Saya masih sempat merasakan susahnya berkomunikasi di jaman dulu. Telepon saja belum ada, apalagi handphone. Hubungan hanya bisa dijalin lewat surat menyurat atau bertemu langsung. Sekarang teknologi mampu membuat dunia menjadi sangat kecil. Anda bisa berhubungan langsung dengan orang di belahan bumi lain dalam sekejap. Ini era dimana komunikasi sudah sangat mudah untuk dilakukan dan dengan biaya yang relatif murah.

Dalam hal hubungan kita dengan Sang Pencipta pun demikian. Hari ini kita bisa datang berbicara kepada Tuhan dengan mudah, kapan saja dan dimana saja. Kita bisa masuk menghampiri tahtaNya dan berhubungan denganNya setiap waktu. Jika itu bisa kita nikmati saat ini, itu karena Tuhan Yesus sudah memulihkan hubungan kita yang terputus dari Tuhan akibat dosa. Kita tidak perlu mengantri, memasuki gedung-gedung tertentu, atau mempersiapkan segala sesuatu berhari-hari atau berbulan-bulan untuk bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Kita tidak perlu dijadwal terlebih dahulu untuk itu. Tidak. Kita bisa secara langsung menumpahkan isi hati kita, memuji dan menyembahNya, atau memohon pertolongan kapanpun dan dimanapun. Kita bisa merasakan kehadiranNya yang begitu damai, kita bisa mendengar suaraNya setiap saat. Kita tidak memerlukan perantaraan orang lain untuk menyampaikan suara hati kita. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk kita. He’s never too busy for us. Kapan saja kita membuka hubungan dengan Tuhan, Dia akan selalu berkenan untuk dihampiri. That’s amazing.

Tanpa Kristus kita tidak akan pernah bisa mengalami ini semua. Paulus mengerti benar akan hal itu. Dia berkata “karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.” (Efesus 2:18). Karena Tuhanlah kita semua, baik orang-orang Israel secara rohani maupun yang berada diluar, oleh Roh Allah yang satu, dapat mendekati Bapa. Hubungan kita yang telah terputus akibat dosa telah kembali tersambung lewat darah Kristus. “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.” (ay 13). Artinya, semua manusia memiliki kesempatan yang sama untuk selamat dan berhubungan secara langsung kepada Bapa melalui Roh Kudus oleh karena Kristus, dengan perantaraan Kristus. Lebih lanjut Paulus mengatakan “Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.” (3:12). Ini adalah anugerah yang terlalu besar untuk kita buang. Anugerah yang terlalu besar untuk kita sia-siakan. Setiap saat, setiap waktu, kapan saja dan dimana saja, kita bisa berhubungan dengan Tuhan.

Semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang sama melalui Kristus. Tuhan selalu menyambut siapapun dengan tangan terbuka, tidak peduli kesalahan di masa lalu atau berbagai perbuatan-perbuatan terdahulu yang penuh dosa. Dia siap menyucikan kita kembali agar bisa dengan penuh keberanian memasuki tahta kudusNya. Apa yang perlu kita perbuat adalah mengakui dosa-dosa kita dengan melakukan pertobatan menyeluruh, karena sesungguhnya yang memisahkan kita dari Tuhan tidak lain adalah dosa-dosa kita, “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:2). Dan tentu saja percaya kepada Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6).  Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita pun akan dapat “dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16).

“TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” (Mazmur 145:8). Dan kedekatan itu sudah menjadi begitu nyata melalui hubungan tanpa hambatan yang telah dimungkinkan lewat darah Kristus. “Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”,karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.” (Efesus 2:17). Semuanya tergantung kita. Apakah kita mau memanfaatkan apa yang telah tersedia atau masih memilih untuk berada di luar. Yang pasti, pintu sudah dibuka, dan terbuka untuk semua orang. Tuhan menyambut semuanya yang datang dengan iman. Melalui Yesus, kita bisa menghampiri tahta kudusNya kapanpun dan dimanapun. Selama kita mau, tidak ada tempat atau waktu dimana kita tidak bisa menemuiNya lewat doa kita. Tidakkah itu luar biasa?

Tidak ada satu tempat atau waktupun dimana kita tidak bisa menemui Tuhan

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.