Kamis Putih di Vatikan: Jadilah Pelayan Satu Sama Lain, Kata Paus

< ![endif]-->

MISA Kamis Putih atau Perjamuan Malam Terakhir dipersembahkan Paus Fransiskus di Pusat Rehabilitasi Don Gnocchi, sebuah pusat rehabilitasi khusus untuk orangtua dan kaum difabel. Seperti tahun lalu, Paus Fransiskus tidak memimpin Misa Kamis Putih di Basilika Santo Petrus. Tahun lalu, Paus membasuh kaki para napi di sebuah penjara sedikit di luar kota Roma. Kali ini, Paus berada di antara kaum difabel dan para jompo.

Pembasuhan kaki

Sebagai bagian dari Misa Kamis Putih, acara pembasuhan kaki merupakan simbol  pelayanan, meniru tindakan Yesus yang membasuh  kaki kedua belas rasulnya. Tamu yang hendak masuk ke rumah seseorang perlu membasuh  kakinya terlebih dahulu,  karena jalan-jalan di Yerusalem waktu itu terbuat dari tanah sehingga kaki akan berdebu dan mengotori lantai tuan rumah kalau tidak dibersihkan terlebih dahulu.

Siapa yang kemudian dijadikan sebagai ’12 rasul’ yang dicuci kakinya dalam Misa Kamis Putih  ini? Umumnya umat paroki setempat yang dianggap ‘layak’ dalam artian berperan dalam kegiatan paroki, hidupnya termasuk ‘lurus’ dan bisa menjadi ‘teladan’ bagi yang lain, dan berjenis kelamin laki-laki. Pola konvensional itu seakan dilabrak habis oleh Paus tahun lalu dengan pemilihan 12 orang yang hampir semuanya bertolak belakang dari kriteria ‘baku’ yang umum dilakukan.

Pope Francis during the "In Coena Domini Mass"

Paus Fransiskus membasuh dan mencium kaki “Para Rasul” dalam Misa Kamis Putih di sebuah pusat Panti Jompo dan Kaum Difabel di Roma.

  Kedua belas ‘rasul’

Kali ini,  Paus Fransiskus berketapan membasuh  12 orang yang merupakan kaum jompo atau difabel. Mereka terdiri dari 9 orang Italia, 1 orang dari Cape Verde (Afrika), 1 orang Libya, dan seorang wanita Ethiopia. Jadi, tidak semua harus laki-laki. Dan inilah kedua belas orang tersebut:

  1. Oswaldinho, yang termuda di antara mereka, baru berusia 16 ahun. Berasal dari  Cape Verde, Afrika, ia  mengalami kelumpuhan total karena efek kecelakaan menyelam pada musim semi lalu.
  2. Marco, 19 tahun, siswa SMA dan ketua OMK parokinya, yang didiagnosa mengidap cerebral palsy tahun lalu.
  3. Pietro, 86 tahun, tertua di antara mereka. Ia telah menghuni pusat rehabilitasi itu selama satu tahun, mengalami kesulitan bergerak dan defisiensi otot.
  4. Hamed, 75 tahun, seorang muslim dari Libya yang bekerja di kantor dagang Italia-Arab sebelum terlibat dalam suatu kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kerusakan saraf yang fatal.
  5. Orietta, 51 tahun, menderita penyakit otak.
  6. Samuel, 66 tahun, terkena polio sejak kecil.
  7. Angelica, 86 tahun, mantan Presiden Catholic Action di Italia yang telah mengalami dua kali operasi penggantian sendi paha.
  8. Daria, 39 tahun, mengidap cerebral palsy sejak kecil.
  9. Gianluca, 36 tahun, sejak umur 14 mengidap tumor otak sehingga perlu dioperasi berkali-kali.
  10. Stefano, 49 tahun, terkena penyakit yang menyerang otak dan saraf motoriknya.
  11. Giordana, 27 tahun, berasal dari Ethiopia, mengidap epilepsi dan cerebral palsy.
  12. Walter, 59 tahun, terkena penyakit Down Syndrome.

Pelayan dalam kasih

Dalam homilinya, Paus berbicara tentang teladan pelayanan Yesus. “Sebagai pengikut Kristus, hendaklah kamu mencintai satu sama lain. Jadilah ‘pelayan’ dalam kasih,” demikian pesan Paus.

“Jadilah pelayan satu sama lain. Sekarang aku akan melakukan hal yang sama. Pikirkanlah orang lain di dalam hati kita,” demikian dikatakan Paus sebelum memulai upacara pencucian kaki.

Pope Francis Elderly Disabled by CTV

Paus Fransiskus membasuh kaki kaum difabel dan orangtua dalam Misa Kamis Putih. (Courtesy of CTV)

pope-washes-feet by cbs

“Kita renungkan cinta Yesus yang meminta kita mengasihi satu sama lain. Kita pikirkan bagaimana kita bisa melayani dengan baik karena itulah yang diinginkan Yesus untuk kita perbuat.”

Sumber: CNA

Photo credit: Suasana Misa Kamis Putih bersama Paus Fransiskus yang membasuh kaki “Para Rasul” terdiri dari orangtua dan kaum difabel. (Courtesy of CBS News, Time.com, FoxNews)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.