Kalau Anda merasa Masalah ada di luar sana, Pikiran itu sendiri adalah Masalahnya

Mat 11:2-11 Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?

 

Sungguh mendalam bacaan Injil hari ini. Mari kita membacanya dan mencoba menemukan kata-kata kunci sebagai dasar renungan kita hari ini.

Lukas 10: 21-24
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Refleksi:
Setelah membaca Saba Tuhan hari ini, ada beberapa kata kunci yang layak kita garis bawahi.

1. Bergembiralah (Rejoice)
Yesus dalam bacaan Injil dikatakan bahwa Ia bersukacita dalam Roh Kudus. Patutlah kita sadar bahwa dalam hidup kita, terlalu banyak “roh-roh” jahat yang mengganggu kita.

Roh-roh jahat itu entah mulai dari pikiran negative kita karena berbagai permasalahan hidup kita, ataupun lingkungan di sekitar kita. Kita perlu kembali ke dalam diri kita, berdoa supaya kita dapat membedakan Roh yang membuat kita bersukacita dan roh yang menghancurkan hidup kita.

2. Bersyukur
Yesus bersyukur atas apa yang diberikan Allah Bapa kepadanya. Ia bersyukur karena Bapa telah memberikan segalanya kepadanya.
Pertanyaan reflektif bagi kita adalah, apakah kita mampu bersyukur melalui hal-hal yang kita terima setiap saat? Ataukah kita cenderung mengeluh dengan situasi kita yang kita hadapi?

Bersyukur adalah dasar dari sukacita. Jika kita sadar bahwa Allah telah memberikan segalanya kepada kita, maka kita berani bersyukur. Sekarang tergantung bagaimana kita mampu melihat pemberian Allah dalam setiap detik hidup kita?

3. Berbahagialah
Ini perintah Yesus kepada para muridnya , Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Apa makna kata berbahagia ini bagi kita? Tentu dalam kitab suci, bahagia itu sederhana, kata Yesus, “BERBAHAGIALAH MATA YANG MELIHAT”.
Maksudnya apa? maksudnya adalah kebahagiaan itu tergantung pada cara kita melihat. Kalau dalam Injil, Yesus adalah Tuhan, hadir di tengah-tengah mereka, tetapi mereka seolah olah “Buta”, “Tuli” dan lain sebagainya.

Dalam hidup kita, banyak hal yang membuat kita tidak bahagia karena cari kita melihatnya sangat berbeda. Kita cenderung “Melihat” segala sesuatu di luar diri kita sebagai sumber masalah.

Kita melihat sesuatu itu bukan sebagaimana adanya, tetapi dari respons kita terhadap segala sesuatu itu. Saya teringat kata-kata Steven Covey, “If you think that the problem is out there, that very thought is a problem.”

Itu artinya, “Kalau Anda merasa masalahnya ada di luar sana, pikiran itu sendiri adalah masalahnya.” Maka, kita harus menemukan “seni” melihat hidup agar dapat menemukan kebahagiaan sesungguhnya.

Semoga bermanfaat, Amores.

Oleh: Adrian, Alumnus STF Driyarkara-Jakarta dan Loyola School of Theology, Ateneo de Manila University

Artikel ini disindikasi dari: https://amorpost.com/kalau-anda-merasa-masalah-ada-di-luar-sana-pikiran-itu-sendiri-adalah-masalahnya/”

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.