Kalahkan Iblis Dengan Hidup di Dalam Kasih dan KebenaranNya

PARA ahli Taurat dan kaum Farisi telah melihat berbagai kebaikan dan mujizat yang dilakukan Yesus. Namun karena mereka merasa paling saleh dan paling benar di dalam segala hal, maka apapun yang dilakukan Yesus selalu salah di mata mereka; bahkan mereka menuduh Dia kerasukan Beelzebul. Suatu sikap yang sangat melawan kebenaran.

Sebagai murid Kristus, hendaknya kita selalu waspada terhadap godaan iblis yang menawarkan berbagai kenikmatan duniawi. Jangan pernah izinkan iblis masuk dan bertahta ke dalam hati kita. Karena begitu kita berkompromi dengan iblis, ia akan terus menerus membujuk dan merongrong kita untuk melakukan hal yang jahat dan memutarbalikkan hal yang benar agar kita meninggalkan Tuhan untuk selamanya. Secara perlahan namun pasti, iblis berangsur-angsur menguasai diri kita dan menyeret kita masuk ke dalam kebinasaan kekal.

Senantiasa bersekutu dengan Tuhan, undang Dia masuk dan berkuasa di dalam hati kita. Perkenankan Ia membentuk diri kita seturut kehendakNya. Jangan patah semangat ketika kita berulang kali gagal dan mendukakan hatiNya. Melainkan, dengan rendah hati datang ke hadapanNya dan mohon pengampunanNya. Ia pasti akan menerima kita dengan sukacita saat kita bertobat dan kembali kepadaNya.

Mari bersatu denganNya, miliki komitmen untuk setia hidup di dalam jalan kebenaranNya. Kalahkan kejahatan dengan senantiasa menaburkan kebaikan, kasih dan pengampunan kepada siapa saja.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.