Jumat, 26 Juli 2019 Peringatan Wajib St. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria

Jumat, 26 Juli 2019
Peringatan Wajib St. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria


“O suami-istri bahagia, yang paling suci murni, Yoakim dan Ana! Kamu mengambil cara hidup yang berkenan kepada Tuhan..” (St. Yohanes Damasenus)
    

      
Antifon Pembuka

Marilah kita menghormati Santo Yoakim dan Santa Anna pada peringatan kelahiran mereka. Mereka telah menerima berkat dari Allah bagi segala bangsa.

Doa Pembuka


Allah Bapa para leluhur kami, Engkau sudah memilih Santo Yoakim dan Santa Ana menjadi orangtua Ibunda Yesus. Semoga berkat doa mereka kami menerima keselamatan yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

     
Kesetiaan iman akan Allah dan kebajikan hidup adalah harta berharga bagi sebuah bangsa. Karenanya, kedua harta berharga tersebut perlu dijaga dan dipelihara.
   

Bacaan dari Kitab Sirakh (44:1.10-15)
     

    

“Nama mereka hidup terus turun-menurun.”


        
Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para leluhur kita, menurut urut-urutannya. Mereka adalah orang-orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa; semua itu tetap disimpan oleh keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka. Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak mereka pun demikian pula keadaannya. Keturunan mereka akan lestari untuk selama-lamanya, dan kemuliaannya tidak akan dihapus. Dengan tenteram jenazah mereka dimakamkan, dan nama mereka hidup terus turun temurun. Kebijaksanaan mereka diceritakan oleh bangsa-bangsa, dan para jemaah mewartakan pujian mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam.
Ayat. (Mzm 132:11.13-14.17-18; R: Luk. 1:32a)
1. Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya, “Seorang anak kandungmu akan Kukuduskan di atas takhtamu.” 
2. Sebab Tuhan telah memilih Sion, dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya, “Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.
3. Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, dan menyediakan pelita bagi orang yang Kuurapi. Musuh-musuhnya akan Kutudungi pakaian keaiban, tetapi ia sendiri akan mengenakan mahkota yang semarak!”
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.
   
Kesadaran dan pengenalan akan Allah dalam hidup sehari-hari membawa orang kepada kebahagiaan dan kepenuhan hidup. Dalam hal ini, mata dan telinga punya peranan penting.
  

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:16-17)

   
“Banyak nabi dan orang saleh telah rindu melihat yang kamu lihat.”

     
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Berbahagialah matamu karena telah melihat, berbahagialah telingamu karena telah mendengar. Sebab, Aku berkata kepadamu: Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
     




Santo Yoakim dan Santa Ana



Santo Yohanes Damasenus, Bapa dan Pujangga Gereja dari Arab Kristen (650-750) dalam khotbahnya pada peringatan St. Yoakim dan St. Ana berkata, “O suami istri bahagia, Yoakim dan Ana! Seluruh ciptaan berutang budi kepadamu. Sebab dengan perantaraanmu, ia (St. Perawan Maria, Ibu Tuhan) dapat mengunjukkan persembahan yang paling mulia kepada Penciptanya, yaitu ibu yang tanpa cela, satu-satunya yang pantas bagi Pencipta. O suami istri bahagia, yang paling suci murni, Yoakim dan Ana! Dari buah kedua tubuhmu kamu dikenal, seperti dikatakan, “Dari buahnya kamu akan mengenal mereka.” Kamu mengambil cara hidup yang berkenan kepada Tuhan dan karena cara hidupmu yang suci murni, kamu menghasilkan permata keperawanan; dia yang perawan sebelum melahirkan, perawan selama melahirkan, dan tetap perawan setelah melahirkan; ya, dia yang satu-satunya, yang harus mengemban keperawanan dalam budi, roh dan dalam tubuh. (Sumber: Bacaan Ofisi Para Kudus 2, Yogyakarta, 1982, hlm. 118-120/RUAH)

Antifon Komuni (Mat 13:23)

Benih yang ditabur di tanah subur, ialah orang yang mendengarkan warta itu, memahaminya dan menghasilkan buah, ada yang seratus, enam puluh, dan tiga puluh ganda.

Sumber: renunganpagi.blogspot.com

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.