Jebakan Iblis

Ayat bacaan: Lukas 4:2a
===================
“Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. “

jebakan iblis

Setiap manusia ingin mengalami peningkatan dalam hidup. Peningkatan kemakmuran, kesejahteraan, pangkat, jabatan bahkan popularitas. Untuk popularitas sekarang justru jauh lebih mudah dengan adanya berbagai sarana atau media yang menyediakan jalur-jalur super cepat. Betapa banyaknya orang bisa mencapai ketenaran lewat youtube misalnya. Bukan saja di luar negeri, tetapi di Indonesia pun fenomena ini sudah terjadi. Jika dahulu orang harus terlebih dahulu bersusah payah untuk menapak selangkah demi selangkah, sekarang mereka bisa memanfaatkan fasilitas youtube yang gratis ini untuk bisa menjadi terkenal dalam waktu singkat. Berbagai acara pencari bakat pun terus bermunculan di mana-mana yang mampu membuat orang terkenal dan kaya hanya dalam sekejap mata. Salahkah apabila kita ingin sukses, bertambah kaya atau populer? Tentu saja tidak. Tetapi sangatlah penting bagi kita untuk memperhatikan betul jalan yang kita tempuh untuk mencapainya, karena ketahuilah bahwa iblis sangat senang bermain-main di area ini.  Coba bayangkan seandainya anda memasang perangkap tikus, apa yang akan anda pasang sebagai umpannya? Keju, ikan, atau potongan makanan lainnya. Semua itu enak bukan? Dan tikus cepat atau lambat akan masuk ke dalam perangkap jika ia dikalahkan oleh keinginannya. Seperti itu pula jebakan iblis untuk memangsa manusia lewat berbagai pancingan yang terlihat indah, menarik dan nikmat.

Pada suatu kali sekembalinya Yesus dari sungai Yordan lalu memasuki padang gurun, Lukas 4:1-13 mencatat pengalaman Yesus dicobai iblis dalam masa puasaNya selama empat puluh hari disana. “Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. “ (Lukas 4:2). Perikop ini menggambarkan dengan jelas bagaimana siasat iblis dalam memanfaatkan berbagai hal-hal yang biasanya paling kita inginkan. Apa saja siasat iblis tersebut? Mari kita lihat satu-persatu.

1. Harta
“Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti. (ay 3). Batu menjadi roti berbicara mengenai jebakan iblis dengan memanfaatkan salah satu hal yang paling dicari manusia, yaitu harta. Iblis mampu memberikan itu, tetapi semua itu adalah jebakan, karena dibaliknya ada begitu banyak maksud terselubung yang akan sangat fatal apabila kita ikuti. Iblis akan selalu mencoba untuk mempengaruhi dan memperdaya kita lewat jebakan harta. Dia bahkan sangat senang melakukannya. Begitu senang sehingga iblispun begitu beraninya iblis menawarkan ini kepada Yesus. Tapi apa jawab Yesus akan hal ini? “Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.” (ay 4). Jika bukan hanya dari roti, lantas dari apa lagi? Versi dalam Injil Matius memberikan jawabannya.“Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. (Matius 4:4). Bukan hanya makanan dan harta benda, tetapi firman Tuhan pun sangat kita butuhkan.

2. Kekuasaan
Merasa jebakan pertama tidak mempan, maka iblis lalu masuk ke strategi berikutnya. “Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” (ay 5-7). Selain lewat harta, iblis pun ternyata senang menjebak kita lewat tawaran akan kekuasaan. Ada berapa banyak orang yang akhirnya hancur bukan di saat mereka tengah hidup susah, tetapi justru ketika mereka memiliki kekuasaan di muka bumi ini? Lihatlah bahwa apabila kita haus akan kekuasaan, maka disitu pula kita memberikan sebuah area bermain yang sangat luas bagi iblis. Tetapi kembali Yesus dengan tegas menjawab: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (ay 8). Perhatikanlah bahwa ada begitu banyak manusia yang salah kaprah hari ini, mengira bahwa harta dan kekuasaan akan mampu membawa mereka masuk ke dalam kebahagiaan yang sempurna. Tetapi hari ini lewat jawaban Yesus kita bisa melihat bahwa seharusnya hanya kepada Tuhan sajalah kita berbakti. Bukan kepada segala yang indah dan sempurna menurut pandangan dunia.

3. Popularitas
Kembali gagal lewat cara kedua, iblis melanjutkan strateginya. “Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (ay 9-11). Jatuh dari bubung lalu ditangkap malaikat, ini berbicara mengenai sebuah tawaran akan popularitas. Betapa seringnya orang tergiur akan hal ini, lalu kemudian hancur berantakan karena secara mental dan rohani mereka belum siap untuk itu. Dan iblis sungguh senang menyerang titik lemah manusia yang satu ini. Tapi apa jawab Yesus? “Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (ay 12). Mencobai Tuhan? Jelas. Jika tidak waspada terhadap popularitas, maka hati kita bisa berubah menjadi sombong dan merasa bahwa kita tidak butuh Tuhan, atau bahkan merasa bahwa kita berada di atas Tuhan. Selain dua poin di atas, hal yang satu ini pun tidak boleh kita lupakan.

Dari perikop Injil Lukas pasal 4 ini kita bisa melihat area-area yang sering menjadi sasaran empuk bagi iblis. Iblis tahu bahwa manusia rata-rata lemah terhadap ketiga poin di atas. Dunia akan selalu memberi tawaran akan hal ini, dan iblis akan menari-nari memanfaatkan setiap celah yang kita buka dalam keinginan kita untuk mendapatkan ketiga hal tersebut. Kaya, berkuasa dan populer itu tidaklah salah. Bahkan Tuhan sendiri menjanjikan kita untuk menjadi kepala dan bukan ekor. (Ulangan 28:13). Tetapi kita wajib memperhatikan jalan yang kita pergunakan untuk mencapai itu. Dan Tuhan sendiri sebenarnya sudah memberitahukan jalan mana yang sebenarnya harus kita ambil. “apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (ay 13-14). Itulah kuncinya, bukan berkompromi terhadap dosa atau terus membuka celah yang bisa dimasuki iblis untuk menancapkan kukunya. Alkitab sudah memperingatkan kita: “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:27). Iblis bisa memanfaatkan celah sekecil apapun untuk menghancurkan kita, dan seringkali siasatnya adalah dengan melimpahi kita terlebih dahulu dengan segala kenikmatan yang begitu dirindukan oleh dunia. Pesan firman Tuhan hari ini dengan jelas mengingatkan kita agar tidak tergiur dengan berbagai tawaran-tawaran penuh jebakan tersebut. Dan ini pun paralel dengan sebuah ayat yang sudah tidak asing lagi bagi kita lewat perkataan Kristus yang berbunyi: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33). Tuhan sebenarnya telah menjanjikan untuk menambahkan semuanya kepada kita, termasuk harta, kekuasaan dan popularitas, tetapi kita harus terlebih dahulu mencari KerajaanNya beserta segala kebenaran yang terkandung didalamnya. Segala yang Dia sediakan ada dalam KerajaanNya, dan akan segera kita peroleh setelah menemukannya. Sekali lagi, menjadi kaya, terkenal dan berkuasa itu tidak serta-merta salah, tetapi adalah penting untuk kita perhatikan, apakah itu berasal dari Allah atau justru semakin menjauhkan kita daripadaNya dan mengarahkan kita untuk terjerumus lebih dalam lagi ke dalam berbagai perangkap iblis? Hari ini marilah kita sama-sama mencermati segala langkah kita dalam bekerja. Jangan sampai kita tergiur dan lebih tertarik untuk segala kenikmatan yang fana lalu meninggalkan rencana yang telah Dia persiapkan bagi kita.

Harta, kekuasaan dan popularitas merupakan arena bermain yang sangat digemari iblis, waspadailah baik-baik

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: