Jauhi Kemunafikan


BAGI orang Farisi dan ahli Taurat, dunia adalah panggung sandiwara tempat mereka mementaskan peran yang penuh dengan kepura-puraan dan kepalsuan. Mereka menampilkan kebaikan dan kesalehan semu, demi memancing tepuk tangan dan meraih pujian dari publik. Namun dalam kehidupan nyata, sikap mereka sangat bertolak belakang dengan ajaran yang mereka dengungkan sehingga membuat banyak orang kecewa.


Yesus sangat mengecam kemunafikan, karena sikap ini hanya menghambat dan menghalangi orang di sekitar kita yang berniat ingin mencari dan mengenal Dia. Sebagai muridNya, kita harus menjauhkan diri dari sikap tersebut dan menjalankan ajaranNya dengan sepenuh hati walaupun banyak sekali hambatan yang datang, baik dari orang di sekeliling kita maupun berasal dari diri sendiri.


Jadilah saksi Kristus, yang memancarkan wajah kasih Allah di dalam seluruh perkataan, sikap dan perbuatan kita. Hidup di dalam kebenaranNya, selalu konsisten dalam perkataan dan tindakan; sehingga lewat kesaksian hidup kita, banyak orang tergerak untuk mengubah haluan hidupnya, dan berbalik untuk kembali melangkah menuju Kristus.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: