Jangan Cuci Tangan, Sarasehan Politik Komisi Kerawam di Paroki Kroya

JANGAN cuci tangan.  Demikian  seruan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk kaum beriman agar terus terlibat dalam memperjuangkan kesejahteraan umum. Jangan sampai umat beriman cuci tangan akan tanggungjawab hidup bermasyarakat.

Seruan inilah yang terus disuarakan oleh Romo  Handy Kristian Pr dalam tugasnya selaku Pelaksana/Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Purwokerto. Dan seruan yang sama digaungkan lebih keras lagi ketika menggelar sarasehan pintar berdemokrasi bagi umat katolik Paroki Tyas Dalem Kroya, Keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah.

Semarak

Kroya Paroki Sarasehan Politik

Sarasehan politik dengan umat Paroki Tyas Dalem Kroya bersama Pastur Handy Kristian Pr, Pelaksana Harian/Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah.

Sarasehan ini bisa disebut sebagai kesimpulan atas sarasehan politik, bahan pertemuan paling (paguyuban lingkungan). Kesadaran bahwa umat bertanggungjawab atas pilihan wakil-wakil rakyat dan nantinya presiden dikuatkan dengan penjelasan Romo Handy Pr, ahli hukum gereja.

Pada kesempatan sarasehan yang dimulai pukul 16.30 ini dipaparkan betapa kayanya alam dan sumberdaya manusia dalam sejarah. Salah satu contoh adalah kemampuan dan keahlian membuat kapal sehingga mampu mengarungi keindahan pulau. Termasuk di dalamnya pembuatan candi-candi.

Dengan anugerah sumberdaya alamiah dan manusia ini, Romo Handy lalu mengajak umat Paroki Tyas Dalem Kroya untuk jangan sekali-kali mau ‘cuci tangan’ dalam urusan politik. Menjadi tak acuh alias golput dalam pelaksanaan berdemokrasi. Padahal pemilu sebagai gerakan berdemokrasi dan bernegara itu sangat menentukan nasib kehidupan bangsa ke depan.

Ikut dipetakan pula kemajuan dan apa yang akan terjadi untuk 10 tahun ke depan, baik situasi ekonomi maupun perkembangan jumlah penduduknya. Karena itu umat diajak lebih cermat memilih orang-orang yang menentukan kebijakan kehidupan bangsa.

Di akhir pembicaraan disampaikan aneka gambaran peta kehidupan kontestan pemilu. Termasuk langkah langkah mensiasati ketidaktahuan nama caleg. Namun pembicaraan mengarah pada kesimpulan penting yakni  jangan sampai umat cuci tangan.

Terhadap langkah sarasehan politik ini, FA Agus Wahyudi dari Keuskupan Purwokerto menyambut gembira gerakan umat ‘sadar politik’ ini.  Langkah Komisi Kerawam Keuskupan Purwokerto yang diawaki antara lain oleh Romo Handy Kristian Pr perlu disambut gembira, karena ikut menyadarkan umat katolik  agar tidak ‘golput’ dalam kegiatan berdemokrasi dan bernegara. Terlibat dalam kehidupan bernegara –di antaranya menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara dengan nyoblos atau nyontreng—adalah hal yang perlu terus didengungkan. 

Jangan cuci tangan, kalau tak mau negara dan bangsa Indonesia ini nantinya dipimpin oleh pemimpin semprul alias tidak mutu dan ora karuan.

Photo credit: Ilustrasi (Ist)

Tautan:

Tautan:

 

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.