Jamane …

Presiden RI Soekarno berpidato di depan tugu. (Ist)

“JAMANE aku, jaman sikil ra nggo sepatu. Jamane kowe, jaman sikil ra tau mlaku. Jamane maju, akeh uwong bisa ngguyu. Ning mbok sing eling, sikil isa kena beling”.

Demikian sepenggal syair lagu, gubahan seorang musikus tahun tujuh puluhan. Memang demikianlah yang disebut ‘zaman’. Tiap orang hidup dalam rentang zaman. zaman adalah rentetan waktu.

Ada waktu dulu, disebut zaman-dulu. Ada waktu kini, diistilahkan dengan zaman sekarang.

Kita kini hidup dalam zaman kemerdekaan. Dalam masa ini, orang kebanyakan bisa makan, hidup normal. Jarang terdengar lagi orang kekurangan makan. Kurang sandang. Inilah zaman kemerdekaan.

Jaman kini, adalah terusan jaman dulu. Sebelum kemerdekaan, ada jaman penjajahan. Jaman penjajahan oleh Jepang. Sebelumnya lagi, jaman penjajahan oleh Belanda. Dalam rentang masa-masa itu,ada ke-khasannya masing-masing.

Zaman kolonial Belanda

Jaman penjajahan oleh Belanda, masyarakat Indonesia masih lumayan bisa hidup layak. Bisa makan, mencari nafkah, bisa hajatan, bisa ini-bisa itu. Bisa hidup kurang lebih layak sebagai manusia,meski ada keterbatasan-keterbatasan.

Zaman kolonial Jepang

Zaman penjajahan oleh Jepang, kata orang paling sengsara. Sandang susah didapat, maka banyak ketika itu orang bercelana ‘karung goni’. Jika kelamaan, banyak kutunya, ‘tumo Jepang’.

Pangan, susah didapat. Pangan yang milik rakyat pada dijarah oleh Jepang. Lalu pada kurang makan, kelaparan. Banyak orang mati, penyakit pes merajalela. Esuk lara, sore mati. Hampir tak ada bayi lahir. Hampir tak ada orang menikah. Situasinya serba kekurangan, dan penindasan.

Zaman kemerdekaan

Zaman kini, adalah zaman kemerdekaan. Bebas dari belenggu penjajah. Kini kebanyakan orang bisa makan, bisa pakaian,bisa kondangan. Bisa ngguyu-ngguyu. Maka patut berterima kasihlah kita pada para Pendiri Repubilik Indonesia ini, pada para  pahlawan, pada para pemimpin yang baik, pada pelayan masyarakat, pada siapa saja yang turut mengisi kemerdekaan Negara Indonesia ini, jadi lebih manusiawi, makmur, adil, saling menghargai perbedaan, dalam kedamaian.

Selamat. Merdeka, merdeka, merdeka. Indonesia.

(agtag64).

*Materi tirakatan Hikmah Kemerdekaan RT-4, Gereja Majenang.

avatar Imam praja anggota Diosis Purwokerto; sekarang berkarya pastoral di Paroki Subah, Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.