Jagalah Hati Selalu Bersih, Mrk 7:14-23

< ![endif]-->

Apa yang keluar dari hati orang itulah yang menajiskannya. Sebab dari hati orang timbul segala pikiran jahat: perzinahan, iri hati, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan,kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (Mrk 7:21-23)

 BANYAK orang di satu kampung dikejutkan oleh suatu kejadian yang aneh dari seorang warganya. Karena satu warga  dari kampung itu biasanya dipandang oleh orang-orang sebagai orang saleh, jujur, baik dan terhomat. Tetapi mengapa tiba-tiba orang itu terjerat dalam kejahatan dan bahkan ditangkap oleh petugas keamanan?

Kejahatan itu sebenarnya tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi sudah ada lebih dahulu dalam hati manusia. Bahkan bisa dikatakan  dosa atau kejahatan itu adalah buah dari hati yang jahat. Karena orang biasa melihat orang dari segi lahir saja: kedudukan, pangkat, atau kekayaan, sedang hati orang tidak pernah diperhitungkan.

Ada orang yang nampaknya saleh, tetapi dari hati orang saleh itu timbul bermacam-macam kejahatan. Ternyata orang yang nampak saleh itu telah lama menginginkan perselingkuhan. Akibat nya dari hari hati yang jahat ini lalu muncul perbuatan yang tak terpuji itu.

Demikian pula kalau dalam keluarga bentrokan, dan dalam kampung terjadi perseteruan sampai dengan tawuran, itu sebenarnya terjadi karena dendam dan iri hati yang tersimpan.

Biasanya benrokan, perkelahian, atau permusuhan terjadi kalau hati orang itu selalu dimasuki rasa benci. Adanya korupsi di masyarakat, perampokan, pencurian yang terjadi di mana-mana itu juga diakibatkan oleh hati orang-orang yang penuh keserakahan.

Ada orang miskin, tetapi kalau hatinya penuh dengan keinginan serakah, maka bisa terjadi orang miskin itu bukan saleh tetapi akan jadi orang yang selu mengingin harta orang lain. Lalu mencuri. Maka kalau orang itu hati bersih, maka perbuatannya juga bersih. Hidupnya juga bersih dari kesalahan. Hati yang suci dan hati yang bersih akan menghasilkan keutamaan dan cintakasih.

Photo credit: Evil spirit (Ilustrasi/Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.