Jadi Penggarap Kebun Anggur yang Taat dan Setia


MELALUI perumpamaan tentang penggarap kebun anggur, kita disadarkan betapa Allah sungguh murah hati. Ia memberi kepercayaan kepada manusia untuk memelihara dan mengelola dunia beserta seluruh isinya. DianugerahkanNya kehendak bebas, agar manusia dapat bebas berkreasi dan menentukan pilihannya sendiri, bukan sekedar robot-robot yang diprogram dan dikendalikan olehNya. Namun sayangnya, manusia kerap menyalahgunakan kehendak bebas yang diberikanNya sehingga jatuh ke dalam dosa.


Saat manusia terbelenggu di dalam dosa, Allah tidak tinggal diam. DiutusNya Putra tunggalNya, untuk menebus dosa manusia dan membebaskannya dari kuasa maut. Dengan sengsara, wafat dan kebangkitanNya, Yesus yang ditolak oleh kaum Farisi dan ahli Taurat, menjadi batu penjuru keselamatan seluruh umat manusia.


Kasih, pengampunan dan kesabaran Allah sungguh tak terbatas. Dengan setia dinantiNya pertobatan manusia agar mengalami keselamatan. Maka sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kita kepadaNya, marilah kita berjuang dengan sungguh-sungguh untuk menjauhkan diri dari segala hal yang tidak berkenan di hatiNya. Jadilah penggarap kebun anggurNya yang taat, setia, bertanggung jawab dan penuh komitmen dalam menjalankan tugas yang dipercayakanNya agar membuahkan kasih dan kebaikan di sepanjang hidup kita.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.