Jadi Murid Sejati

KITA sudah mengetahui bahwa syarat untuk menjadi murid Kristus adalah harus bersedia menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Dia. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita menjalankan syaratNya di dalam kehidupan nyata?

Lewat Injil pada hari ini, Yesus mengingatkan kita semua agar tidak berperilaku seperti orang Farisi, yang hanya pandai berteori tapi nihil dalam praktek.

Sadari bahwa panggilan hidup pengikut Kristus adalah untuk mengasihi tanpa batas dan tanpa syarat. Kita dituntut untuk berani terluka saat menerapkan kasih sejati di sepanjang hidup kita. Banyak orang yang mundur teratur setelah mengalami penolakan, pengkhianatan, penderitaan. Mereka tidak mau melanjutkan langkah mereka untuk menapaki jalan pengampunan. Mereka berpendapat bahwa pengampunan menjadikan mereka orang yang lemah; pengampunan membuat harga diri dan martabat mereka terinjak-injak. Padahal dengan tertutupnya pintu pengampunan, terciptalah perselisihan dan perpecahan di dalam keluarga, komunitas dan masyarakat. Tiada lagi kedamaian.

Memang syarat yang diajukan Yesus tidaklah mudah. Tapi tidak ada yang mustahil bila kita selalu mengandalkan Dia. Mari menjadi muridNya yang setia, dengan terus menerus belajar untuk mati terhadap diri sendiri agar Dia hidup di dalam diri kita.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.