“Jack Reacher, Never Go Back”,  Naluri Kebapakan Berantas Pejabat Korup

Jack Reacher dan Mayor Tuner berlari menghindari kejaran pembunuh bayaran. (Ist)

DIBANDINGKAN dengan sekuel sebelumnya dengan judul sama Jack Reacher (2011), kali ini jalinan cerita Jack Reacher, Never Go Back rasanya kurang joss gandhos. Hanya karena naluri kebapakan ingin melindungi Samantha Dayton (Danika Yarosh) –anaknya yang ‘hilang’ sejak 15 tahun silam—prajurit serba bisa dan ahli kepruk Jack Reacher (Tom Cruise) mesti melibatkan diri pada masalah yang menyasar sohibnya Mayor Susan Turner (Cobie Smulders). Kalau fokusnya soal kepruk-keprukan, tentu saja film ini tetap menyenangkan untuk disimak, namun kalau menyasar pada jalinan cerita yang terkesan sangat kacangan, maka Jack Reacher, Never Go Back  sungguh menyesakkan.

Tidak ada ‘teka-teki’ masalah yang membuat jantung penonton bisa menggelegar dibuat kagum, ketika ternyata masalah utamanya di sini hanyalah seorang jenderal AD yang kemaruk harta dengan cara menyelundupkan kokain di dalam ‘tabung’ peluncur rudal yang ditembakkan dari atas pundak manusia. Justru karena dua anak buah Mayor Turner menjadi korban penembakan mafia perdagangan senjata di pasar gelap dan seorang petinggi AD antek mafia kokain di New Orleans, maka Turner dituduh dengan dakwaan berat: menjual rahasia militer kepada pihak lain.

jack-reacher-2-movie-images

Inilah yang membuat Jack Reacher sampai muncul ke permukaan untuk menyelamatkannya dari kejaran para pembunuh bayaran di bawah kendali The Hunter (Patrick Heusinger). Seiring dengan upayanya membebaskan Turner sekaligus ingin menelisik siapa yang ‘bermain kotor’ dalam drama baku-tembak ini, Reacher masuk dalam pusaran persoalan keluarganya. Ia bercerai dengan istrinya dan kemudian anaknya melalui ibunya menuntut hak jaminan hidup kepada AD yang akhirnya membawa Jack berurusan dengan hukum militer.

Kembali kalau dibandingkan dengan Jack Reacher besutan tahun 2011 silam,  sekuel sebelumnya sungguh sangat ‘menggigit’ dengan permainan ciamik Rosamund Pike yang mampu menelisik permainan kotor ayah kandungnya sendiri. Kali ini, Cobie Smulders yang mengganti mitra kerja Reacher tampil kurang ‘gagah’, sekalipun dia menghembuskan nafas keseteraan jender dan tidak terima kalau hanya karena seorang perempuan maka tidak boleh maju ke ‘medan tempur’.

jack-reacher-tom-cruise-rosamund-pike-1Tom Cruise dengan Rosamund Pike dalam ‘Jack Reacher’ produksi tahun 2011. (Ist)

Gagasan cerita yang saling tumpuk undhung membuat Jack Reacher, Never Go Back kelihatan limbung,  jika harus  dibandingkan dengan sekuel sebelumnya. Sekalipun demikian, gaya Tom Cruise yang ahli kepruk dari unit Polisi Militer ini tetap saja menarik ketika sebagai tipikal one-man-show dia mampu menyingkirkan semua musuhnya tanpa banyak mengalami kendala.

Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.