IYD ke-2 Manado Resmi Dibuka, OMK Harus Temukan Kedamaian dalam Salib

Salib lambang pendamaian , selalu diarak / Foto : Retno Wulandari - Komsos KWI
Salib lambang pendamaian , selalu diarak / Foto : Retno Wulandari – Komsos KWIIYD ke-2 Manado Resmi Dibuka, OMK Harus Temukan Kedamaian dalam Salib 0By Retno Wulandari onOctober 4, 2016KWI

INDONESIAN YOUTH DAY ke-2 Manado hari ini resmi dibuka. Acara pembukaan diawali dengan perayaan ekaristi yang dipimpin 3 uskup, Uskup Keuskupan Manado, Mgr Joseph Suwatan, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharya, dan Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prabdi, Selasa (4/10/2016).

salib IYDDi hadapan ribuan Orang Muda Katolik se-Indonesia yang memenuhi Stadion Klabat, Manado, Mgr.Suharyo dalam homilinya mengajak OMK untuk berdamai dengan Tuhan, sesama, diri sendiri dan alam semesta.

salib IYD“Damai sejati akan dapat diterima jika orang mau berbagi kehidupan,”tegas Ketua Konferensi Waligereja Indonesia.

“Seperti Yesus yang telah memberikan hidupnya untuk mendamaikan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia yang lain dan mendamaikan manusia dengan alam. dan Salib adalah pendamaian itu.

Karena itu, penanda utama kegiatan IYD adalah salib. Selama kegiatan ini, salib selalu diestafetkan, di prosesikan, dan disembahsujudkan. “Semoga orang muda mampu memetik buah-buah salib itu seperti yang sudah dialami oleh Paulus. Dengan demikian kita dapat mengembangkan damai,”harap Bapa Uskup.

Misa Pembukaan IYDBapa uskup juga berharap agar kegiatan ini tidak sekadar upacara lahiriah saja, tapi semakin memperdalam iman Orang Muda Katolik.

Upacara pembukaan IYD 2016 di hadiri oleh 24 uskup, Gubernur Sulawesi Utara, dan sejumlah pejabat daerah.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.