Investing in Young People in Indonesia

Young Girls Operating Cell Phones with a Young Boy (10-14) Standing Behind Them

GENERASI muda di Indonesia dan di seluruh dunia merupakan sumber daya utama untuk pembangunan. Mereka dapat berperan dalam menjadi agen kunci perubahan sosial, pertumbuhan ekonomi dan inovasi teknologi.

Menyadari pentingnya generasi muda dalam pembangunan Indonesia, Badan PBB Bidang Kependudukan PBB (UNFPA) bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) mengadakan seminar dengan tema “Investing in Young People in Indonesia. Kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari perayaan Hari Kependudukan Dunia yang jatuh pada 11 Juli, yang secara global mengangkat tema “Investing in Young People”.

Menurut Jose Ferraris, Kepala Perwakilan UNFPA untuk Indonesia, generasi muda merupakan agen aktif atas diri mereka sendiri yang memiliki hak dan tanggung jawab atas kehidupan yang bebas dari kemiskinan.

“Generasi muda merupakan agen aktif atas diri mereka sendiri yang memiliki hak dan tanggung jawab atas kehidupan yang bebas dari kemiskinan,”ucapnya

Namun menurut Ferraris, partisipasi generasi muda dalam pembangunan masih jauh dari ideal terutama di negara-negara berkembang hanya dibekali oleh tingkat pendidikan yang rendah, pelatihan dan pelayanan kesehatan melalui infrastruktur yang buruk serta mengalami berbagai bentuk ketidaksetaraan dan keterbatasan.

Sementara menurut Kepala BKKBN Prof, Dr. Fasli Jalal saat membuka seminar, mengatakan bahwa salah satu strategi yang disusun adalah memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif kepada generasi muda dengan tujuan penundaan usia nikah serta mengurangi tingkat kelahiran melalui program GenRe.

“Salah satu strategi yang disusun adalah memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif kepada generasi muda dengan tujuan penundaan usia nikah, dan juga untuk mengurangi tingkat kelahiran melalui program GenRe (Generasi Berencana). Program ini diterapkan ke seluruh institusi pendidikan formal dan non formal, termasuk di perguruan tinggi, melalui “Konselor Teman Sebaya” di Pusat Informasi dan Konseling Remaja,” ujarnya

Sedangkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo mengatakan bahwa generasi muda saat ini sedang menjalani prosesi transisi menuju dewasa, selama masa transisi ini generasi muda mengalami berbagai peristiwa untuk menentukan kesuksesan mereka di masa mendatang.

“Generasi muda sedang menjalani masa transisi menuju dewasa. Selama masa transisi ini, generasi muda mengalami berbagai peristiwa yang menentukan kesuksesan mereka di masa mendatang. Sebagai Pemerintahan Indonesia, sudah seharusnya kita bekerja sama untuk membuat kebijakan serta program yang didedikasikan bagi generasi muda untuk menjamin kesejahteraan mereka,” ujar Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo.

Untuk lebih memahami situasi generasi muda saat ini, kebutuhan pertumbuhan mereka, serta peluang bagi mereka untuk berpartisipasi dalam pembangunan, UNFPA bekerja sama dengan pemerintah Indonesia baru-baru ini menerbitkan laporan Youth Mapping dan Youth Monograph.

Laporan ini berisikan data demografis generasi muda dan isu-isu yang dihadapinya di Indonesia, yang bisa digunakan oleh para pengambil keputusan dalam membuat kebijakan dan program yang cocok untuk generasi muda di Indonesia.

Sebagai informasi, UNFPA merupakan lembaga pembangunan internasional dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berkomitmen untuk menjalankan visi dunia dimana setiap kehamilan diinginkan, setiap kelahiran anak berlangsung aman, dan potensi setiap orang muda terpenuhi.

UNFPA bekerja sama dengan pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan sektor-sektor swasta dengan menyediakan keahlian teknis di bidang-bidang sesuai mandatnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia

Data sensus penduduk Indonesia pada 2010 mencatat setidaknya ada 62,3 juta anak muda berusia 16-30 tahun (rentang usia generasi muda yang digunakan pemerintah Indonesia).

Angka ini mewakili lebih seperempat (26,2%) dari jumlah penduduk Indonesia. Meski proporsi generasi muda diprediksi menurun dalam beberapa dasar warsa ke depan, jumlah generasi muda diprediksi akan meningkat hingga 70 juta

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.