Investasi

Ayat bacaan: Matius 6:19-20
=========================
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”

investasi, mengumpulkan harta di surga

Belajar dari pengalaman selalu menjadi sesuatu yang sangat penting bagi saya. Dahulu saya pernah sukses besar mengelola sebuah usaha, tapi kemudian semua tidak berbekas sama sekali pada akhirnya. Apa yang terjadi? Ada satu kesalahan terbesar yang saya buat pada waktu itu. Saya terlena menikmati kesuksesan, menikmati uang yang masuk hingga lupa melakukan investasi dan perencanaan matang buat ke depan. Saya lupa bahwa di dunia ini tidak ada yang kekal, termasuk pula kesuksesan. Dan ketika usaha saya menurun, saya pun tidak memiliki sesuatu yang bisa dipakai untuk mempertahankan dan menyelamatkannya. Bagai kapal karam, usaha itu pun tenggelam hingga akhirnya lenyap tak berbekas.

Apa yang anda lakukan hari ini untuk mempertahankan hidup anda? Ada orang yang melakukan investasi lewat berbagai bentuk asuransi. Asuransi kecelakaan, asuransi untuk tabungan anak dan berbagai asuransi lainnya biasanya dipakai banyak orang sebagai alat antisipasi untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi nanti. Ada pula yang menanamkan modalnya dalam bentuk deposito, batang emas, properti atau bahkan membuka usaha-usaha baru. Semua ini tentu baik untuk menjadi proteksi masa depan kita dan keluarga di dunia. Jika anda menganggap semua yang saya gambarkan di atas itu cukup, tunggu dulu.Semua ini mungkin cukup buat pertahanan di dunia yang fana, tetapi tidak akan pernah cukup sebagai investasi buat kehidupan kita nanti pada fase berikutnya yang kekal. 

Ketika ada banyak orang yang mengira mengumpulkan harta di dunia akan membuat mereka bisa bahagia dan sejahtera, maka Yesus mengingatkan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih penting dan jauh lebih aman untuk kita pikirkan sebagai investasi. Money can buy many things, but it’s not everything. Menabung, menanam modal dan sebagainya itu baik, tetapi itu bukanlah yang terpenting. Sehebat-hebatnya kita mencadangkan harta, atau bahkan menimbun harta sebanyak-banyaknya, semua itu bisa lenyap pada suatu ketika. Dan lebih dari itu, semuanya tidak akan berguna untuk bekal kehidupan selanjutnya. Jika lupa investasi di dunia saja bisa membuat jerih payah kita lenyap tak berbekas seperti pengalaman saya dahulu, bagaimana jika kita lupa berinvestasi untuk sebuah hidup yang kekal kelak?

Yesus mengatakan demikian: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20). Ini sebuah seruan penting yang seringkali menjadi sumber kekeliruan kita dalam memandang prioritas dalam hidup. Daripada sibuk mengumpulkan harta di bumi tanpa kepastian dan selalu beresiko, mengapa tidak mengumpulkan harta di tempat yang paling aman, yang akan mampu menjamin kelangsungan dan kelanjutan hidup anda kelak, yaitu di surga? Itulah satu-satunya tempat yang teraman, dan itulah yang akan lebih bermanfaat terutama karena kekal sifatnya karena tidak akan pernah bisa dicuri atau dirusak oleh apapun atau siapapun.

Jika demikian bagaimana kita mengumpulkan harta di surga? Ingatlah bahwa mengumpulkan harta di surga tidak sama dengan di dunia. Jika di dunia kita menimbun dan terus menimbun, atau selalu menerima dan terus menerima, maka untuk mengumpulkan harta di surga yang berlaku justru sebaliknya, yaitu dengan memberi atau menabur. Apakah itu lewat persepuluhan (Maleakhi 3:10-12), memberi kepada kaum yang tidak mampu yang artinya memiutangi Tuhan (Amsal 19:17) dan melakukan sesuatu untuk Tuhan alias doing a favor to God (Matius 25:40), atau menanam investasi dengan harta yang kita miliki terlebih juga hidup kita sendiri untuk mewartakan firman (Markus 10:29-30), semuanya berbicara mengenai kerinduan untuk memberi. Dan itulah yang akan membuat kita terus mengumpulkan harta di surga. Tapi bukan itu saja. Perhatikan pula dari ayat-ayat di atas kita bisa melihat bahwa setiap kita mengumpulkan harta di surga, maka dengan sendirinya kebutuhan kita di dunia pun dijamin Tuhan secara langsung. Artinya dengan mengumpulkan harta di surga kehidupan kita saat ini pun akan berada dalam pemeliharaan Tuhan. Itu bisa kita nikmati sejak sekarang, dan sanggup membawa kita untuk masuk ke dalam kehidupan kekal kelak. Tidakkah itu jauh lebih baik dan lebih berguna?

Yakobus pada suatu kali menegur dengan keras orang-orang kaya yang kikir dan hanya berpikir untuk terus menimbun hartanya tanpa mempedulikan nasib orang lain. Semua itu bisa kita baca dalam Yakobus 5:1-6. “Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.” (Yakobus 5:1-3). Sungguh mengerikan, karena kita bisa membaca ayat selanjutnya: “Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan” (ay 5), seolah-olah sedang menggemukkan diri untuk hari penyembelihan kelak. Kita bisa melihat bagaimana fatalnya kesalahan seperti ini dan menjadikannya peringatan agar jangan sampai kita termasuk dari kelompok orang yang mendapat teguran keras tersebut.

Jika dunia cenderung berpikir bahwa dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya hidup akan aman, kita tidak perlu ikut-ikutan berpikir seperti itu. Tuhan Yesus mengingatkan kita agar jangan khawatir terhadap apapun. “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?” (Matius 6:31) Ketika dunia khawatir, seharusnya kita tidak perlu ikut-ikutan karena Tuhan telah mengingatkan bahwa Dia tahu segala sesuatu yang kita butuhkan. “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” (ay 32). Firman Tuhan dengan tegas mengingatkan kita untuk tidak ikut-ikutan dengan kecenderungan pola pikir dunia. “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia” (Efesus 4:17). Apa yang harus kita lakukan jelas. Kita harus mulai fokus memikirkan untuk mengumpulkan harta di surga. Dan Yesus pun telah menyatakan sebuah kesimpulan yang harus selalu kita camkan sungguh-sungguh: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).

Investasi yang kita pilih biasanya adalah sesuatu yang paling menguntungkan. Hari ini mari kita belajar melihat apa sebenarnya yang paling menguntungkan buat kita, bukan saja buat perjalanan kehidupan kita saat ini, tetapi yang lebih penting lagi buat kehidupan selanjutnya yang kekal. Menimbun harta di surga berbicara mengenai kerinduan untuk memberkati orang lain dengan segala berkat yang telah dicurahkan Tuhan buat kita, mengembalikan apa yang menjadi hak Tuhan dan mempersembahkan hidup dan segala yang kita miliki sepenuhnya buat Tuhan. Itulah bentuk investasi di surga, dimana tidak ada satupun hal yang bisa merusak atau menghilangkannya. Kemana anda melakukan investasi saat ini akan menentukan bagaimana masa depan anda nanti.

Investasi di surga akan memberi jaminan keselamatan yang pasti dan aman bagi masa depan kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: