Inilah yang Menyebabkan ‘Cita-cita’ Anda Jalan di Tempat

mimpi tak terwujudkan

Seperti telah disebutkan dalam tulisan sebelumnya, inti dari hambatan mental  atau mental block ialah adanya perasaan tidak yakin.  Sedangkan untuk bisa sukses (dalam setiap aspek kehidupan yang kita inginkan) diperlukan keyakinan yang penuh, yakin seyakin-yakinnya dan percaya sepercaya-percayanya.

Perasaan tidak yakin itu bisa muncul dalam bentuk pernyataan yang sangat beragam, antara lain seperti di bawah ini:

·         takut gagal

·         takut ditolak

·         takut salah

·         malas

·         suka menunda-nunda

·         khawatir

·         cemas

·         ragu-ragu

·         malu

·         tidak percaya diri

·         tidak fokus

·         merasa tidak mampu

·         merasa tidak berbakat

·         merasa tidak punya modal

·         merasa bukan jatahnya

·         merasa tidak butuh

·         merasa diri lemah

·         merasa diri tidak berdaya

·         merasa nggak enak

·         konflik di dalam diri

·         dan lain sebagainya yang membuat seseorang tidak berani menetapkan impian.

Tak sedikit orang yang tidak menyadari bahwa perasaan-perasaan seperti tersebut di atas merupakan faktor yang menyebabkan dirinya “jalan di tempat”, dengan level kehidupan yang begitu-begitu saja sejak dulu.  Padahal banyak sekali kemungkinan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan level kehidupannya.

Level kehidupan apa? Yang dimaksud di sini adalah level  beragam aspek kehidupan: 1) ekonomi, 2) , karier/pekerjaan, 3) rumahtangga/percintaan, 4) kesehatan, 5) sosial, 6) spiritual, 7) pengembangan diri, 8) hobi, 9) liburan, 10) kepemilikan, dan lain sebagainya.  

Silakan periksa, bagaimana level kehidupan Anda pada masing-masing aspek ? Aspek apa yang berkembang? Aspek apa yang jalan di tempat? Adakah yang justru mengalami kemunduran atau penurunan level?

Kita perlu ingat, Allah memberikan kita kesempatan hidup supaya kita dapat mengalami kesempurnaan. Maka, bila kita mengalami kemunduran atau jalan di tempat, artinya ada yang keliru dalam diri kita. Saatnya kita temukan sumber kekeliruannya, supaya kita terus mengalami peningkatan.

Loading...

1 Comment

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.