Inilah Tiga Alasan Umat Katolik Tinggalkan Gereja

Seorang peserta seminar terbuka Latihan Rohani di Kolese Kanisius, 23 Juni 2012 kemarin mengungkapkan adanya gejala jumlah umat Katolik yang semakin berkurang. Dikatakan bahwa hal ini terjadi mungkin karena harapan umat tidak dipenuhi Gereja. “Harapan umat Katolik banyak, namun Gereja tidak mampu memenuhi harapan tersebut. Adakah yang salah dengan kurikulum pendidikan calon imam?”, ungkap salah seorang peserta.

 

Romo Deshi Ramadhani, SJ, dosen STF Driyarkara dan sekaligus rektor Kolese Hermanum menunjuk tiga hal yang membuat umat Katolik meninggalkan Gereja.

 

Pertama, khotbah. Seringkali khotbah para imam tidak menarik. Namun dikatakan oleh Romo Deshi bahwa sebenarnya khotbah bukan menjadi unsur penting dalam sebuah perayaan ekaristi. Tidak heran, misalnya, kuliah “homiliteka” yang mengajarkan para calon imam berkhotbah tidak banyak diberikan dibandingkan dengan mata kuliah yang lain. Khotbah yang tidak menarik membuat umat lari dari Gereja Katolik.

 

Kedua, Liturgi. Liturgi dalam Gereja Katolik acapkali dipandang tidak menarik. Masih terjadi diskusi dan perdebatan tentang lagu apa saja yang boleh dipakai dalam perayaan liturgi. Bahkan terjemahan dalam doa Bapa Kami juga masih menjadi perdebatan mengenai mana yang benar “Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam Surga” ataukah “Jadilah kehendak-Mu di atas bumi dan di dalam Surga.” Artinya, seringkali terjadi perdebatan dan polemik yang “kurang penting.” Oleh karena itu, beberapa orang Katolik mulai bosan dan mencari liturgi yang lebih dinamis dan menarik.

 

Ketiga, Komunitas. Yang sering terjadi adalah: umat yang datang tidak disapa, umat yang tidak datang tidak dicari. Pernahkah kita mengenal umat yang duduk di sebelah kita, kendati tiap minggu kita ketemu? Pernahkah kita saling bertukar nomor HP dengan mereka yang duduk di sebelah kita? Aroma “tidak hangat” di antara umat Katolik inilah yang acapkali membuat orang tidak krasan lagi menjadi bagian Gereja Katolik. Mereka mencari komunitas lain yang lebih “hangat.”

 

Seminar terbuka Latihan Rohani tersebut berlangsung di Kolese Kanisius, 23 Juni 2012. Seminar yang dihadiri sekitar 80 peserta dari berbagai kalangan umat ini  diadakan atas inisiatif PERHATI (Perkumpulan Harapan Tunas Indonesia) dan menghadirkan Romo Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ dan Dr. Deshi Ramadhani, SJ, sebagai pembicara. Keduanya dosen STF Driyarkara Jakarta. Sumber ketiga dari kalangan awam, yakni Boen Kosasih, yang pernah retret Latihan Rohani selama sebulan. Acara ini dimoderatori oleh Romo In Nugroho, SJ dari Kolese Kanisius Jakarta.

 

Seminar ini menjadi salah satu mata rantai gerakan Yesuit provinsi Indonesia untuk membentuk jaringan, yang diharapkan ikut memikirkan dukungan bagi karya-karya Serikat Yesus di Indonesia. Selanjutnya, PERHATI akan mengadakan acara retret/rekoleksi dengan tema “Memberikan diri untuk Misi Rekonsiliasi” pada hari Sabtu, 28 Juli 2012 dan “Fund Raising is about restoring the web of relationships” pada hari Sabtu 17 November 2012 di Jakarta. Sedangkan di Yogyakarta juga akan diadakan acara yang sama masing-masing pada hari Minggu, 29 Juli dan Sabtu, 24 November.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: