Ingin Tahu Udara Jakarta Sangat Kotor, Naiklah Monas

MAUNYA ingin melihat panorama Ibukota Jakarta dari ketinggian 115 di atas permukaan laut, tapi yang saya lihat justru kota metropolis ini malah ‘dikepung’ awan polusi yang sangat tebal. Dari ketinggian Monas di jantung Jakarta, panorama dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat yang mengepung Monas dari empat mata arah angin mestinya apik kalau difoto.

Namun, harapan itu pupus setelah beberapa kali mencoba memfoto panorama alam dengan gedung-gedung menjulang tinggi itu ternyata buram hasilnya.

Sejam sebelum naik ke puncak Monas yang tingginya 115 meter dari dasar tugu, langit Jakarta di hari Sabtu (21/7) memang tak secerah seperti harapan saya. Ada segumpalan awan dan asap menggantung sangat luas di atas Jakarta.

Awalnya, saya berpikir itu awan. Namun ternyata bukan, karena pada jam-jam menjelang tengah hari pun asap itu tidak juga surut menghilang. Bahkan cenderung makin tebal, sehingga jarak pandang  pemotretan dengan tele untuk objek sekitar 400 meter saja tidak bagus untuk diabadikan.

Padahal, jalan menuju Puncak Monas tidaklah ‘mudah’.

Mesti rela antri setidaknya 30-45 menit untuk bisa menemukan akses menuju pintu lift sederhana. Begitu sampai di depan pintu, harap maklum kalau tidak dapat kesempatan. Lift kuna yang membawa kita sampai ke puncak Monas hanya berkapasitas 11 orang. Lewat angka itu, satu-dua orang harus rela mundur, menunggu giliran berikutnya.

Sampai di atas, begitu juga ‘aturannya’. Mesti antre untuk bisa turun sampai ke ‘cawan’ di lantai 2.

Padahal Sabtu pekan lalu itu merupakan hari pertama memasuki Bulan Suci Ramadan. Artinya, jumlah pengunjung Monas tidaklah sebanyak seperti hari-hari libur biasa. “Butuh antri setidaknya 2-3 jam untuk bisa naik ke Puncak Monas kalau hari Sabtu dan Minggu,” tutur sopir kereta wisata menjawab Sesawi.Net.

Wisata ke Puncak Monas dengan impian bisa melihat Jakarta dari ketinggian tidak kesampaian. Dari Monas, Jakarta tampak kusam lantaran lapisan udara di atas Ibukota ini terekam kotor oleh asap tebal.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.