Indonesia Fashion Week 2014: Ampuhnya Pesona Etnisitas (2)

< ![endif]-->

BERUNTUNGLAH peradaban manusia modern ketika mulai menaruh perhatian pada tingginya nilai-nilai kultural sebuah kelompok etnik masyarakat. Maka dari itu, orang mulai menaruh minat pada studi etnologi, etnografi, dan tentu saja juga anthropologi. Pokok-pokok ‘social local values’ dipelajari, mencoba dimengerti dan kemudian dijlentrehkan (dibeberkan) secara logis, ilmiah, sistematik. Pendek kata, harus mengikuti kaidah keilmuan.

Berkat studi etnologi dan barangkali juga anthropologi, etnisitas yang sangat khas dan bernilai tinggi dari beberapa kelompok etnis Asmat di Papua menjadi mendunia. Adalah jasa besar almarhum Uskup Agats di Papua Mgr. Alphonsus Augustus Sowada OSC yang dengan tekun dan setia meneliti dan kemudian menjlentrehkan keunikan seni tradisi Asmat di Kabupaten Agats ini menjadi salah satu daya tarik yang menawan dari Bumi Cendrawasih.

Indonesia nan eksotik

Indonesia, sungguh sebuah bangsa dan negara super kaya dengan nilai-nilai etnisitas yang menawan. Karena itu, sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kekayaan multi etnik yang ada di komunitas-komunitas etnik di Indonesia ini layak dipelihara, dijunjung tinggi, dihormati dan bukan sebaliknya: menjadi bahan caci maki atau malahan menjadi sumber konflik.

Panggung pergelaran busana dengan tajuk Indonesia Fashion Week 2014 di hari terakhir juga menggelar sesi fashion show dengan tema kekayaan ethnicity di Indonesia.

Sari Ayu Martha Tilaar misalnya mengkampanyekan produk kosmetika terbaru mereka dengan label The Beauty of Borneo.

Ikat Troso by Poppy Dharsono

Indonesia Fashion Week dengan tampilan peragaan busana “Ikat Troso in Color” by Poppy Dharsono (Mathias Hariyadi)

Poppy Dharsono –anggota DPD dan perancang busana—yang masih saja cantik di usia kepala enam pun –seperti saya kenal di tahun 1995—masih sangar berani mengusung tema etnisitas dengan balutan busana berjudul Ikat Troso in Color. Model-model menawan yang mengusung koleksi busana karya kreasi Poppy Dharsono –misalnya—semua memamerkan pesona aneka kain ikat dengan komposisi tampilan warna-warni yang cerah, mencolok, dan tentu saja indah.

Maklumlah, perancangnya cantik dan apalagi para modelnya yang memasang koleksi Ikat Trosi in Color pun juga terlihat indah di balik lensa kamera.

etnik 1 oketnik 1 okAneka batik khas Bali diusung Jeanny Ang dalam besutan busana-busana seksi bergaya pilot yang membungkus tubuh ragawi para model.

Sementara perancang busana Dana Duriatna tak segan dengan gagagnya mengusung tema besar The Part of the East.

Surga busana yang menjanjikan

Indonesia –sekali lagi dengan keanekaragaman budaya, bahasa, tradisi lokal yang berjibun jumlahnya—memang menjadi surga busana sangat menjanjikan, manakala para perancang busana menggelar kekayaan etnik khas Nusantara ini di atas panggung catwalk.  Morale lesson yang bisa kita petik di sini adalah ke-bhinekaa-an Indonesia adalah anugerah yang tiada duanya dan jangan pernah melihat kebhinekaan ini sebagai ‘kutukan’ yang harus dilenyapkan melalui demo-demo berbau rasis dan sektarian.

Di panggung Indonesia Fashion Week 2014, ke-bhineka-an Indonesia yang menjadi ‘ika’ dalam semangat nasionalisme Etnik 3 okmenjujung nilai-nilai peradaban etnik mengemuka kuat. etnik 4 ok Seperti motto Amerika yang mengusung kalimat E Pluribus Unum (Dari berbagai macam menjadi satu), maka Indonesia Fashion Week 2014 di mata saya menjadi forum penting untuk mengkampanyekan indahnya Indonesia dari perspektif kekayaan etnisitasnya yang aduhai dan eksotik.

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.