Indah dan Nikmatnya Hidup di Pedesaan

uskup agats mgr aloysius murwito dan umat sagare di pedalaman kabupaten agats

“Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota.” (Luk 21, 21)

DUSUN  dan kota merupakan dua suasana hidup yang berbeda.

Pagi ini, saya menyaksikan suasana pagi di dusun. Di depan rumah sudah berkumpul empat ibu tua yang siap mengambil BLT di kantor pos. Mereka saling mengingatkan untuk membawa syarat yang dibutuhkan, seperti ‘kartu kuning’, KTP, kartu keluarga.

Ada yang bawa foto copian, ada juga yang bawa aslinya. Terserah mana yang dibutuhkan petugas kantor pos.

Saya bertanya, “Berapa banyak dana yang diterima?”

Mereka jawab bahwa dulu pernah terima 300 ribu rupiah. Yang lain lagi berkata, “Berapa pun dananya, ya diterima. Wong cuma dikasih kok.”

Saya mengantar mereka ke kantor pos dan menunggu sampai proses selesai. Masing-masing orang mendapatkan 400 ribu.

Mereka nampak gembira dan sukacita mendapatkan ‘rezeki nomplok’, yang bisa dipergunakan untuk bayar sekolah anaknya, untuk nempur beras, untuk kondangan dan layat, untuk upah orang yang membantu ‘matun’ di sawah.

Pedusunan memang tempat tinggal dengan segala fasilitas hidup yang serba terbatas, jauh dari keramaian kendaraan, kemacetan lalu lintas, hiruk pikuk parpol dan politisi. Penduduknya hidup sederhana, mengolah sawah dan tanah pekarangan, kuat dalam persahabatan, gotong royong, saling membantu satu dengan yang lain.

Mereka saling mengenal dan tanpa sungkan saling berbagi suka dan duka, gembira dan kecewa. Mereka menerima kenyataan hidup tanpa menggerutu. Ini merupakan satu pembelajaran singkat dari sebuah pedusunan di Bukit Menoreh.

Teman-teman selamat siang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi tentang Bapak Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM tengah mengunjung umat di Sagare, sebuah permukiman suku Agats Awuyu di pedalaman sekitar 7 jam perjalanan naik speedboat dari Kabupaten Agats. (Mathias Hariyadi)

5 pencarian oleh pembaca:

  1. cerita dewasa suku pedalaman
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.