RIP Romo Antonius Martinus van Ooij SCJ. (Courtesy of Yanuari Marwanto/Majalah Hidup)

JASA paling besar dan terasakan benar manfaatnya dalam hidup saya sampai sekarang adalah fakta berikut ini. Berkat perkenalan dan pertemuan dengan sosok pastor ramah bernama Romo Antonius Martinus van Ooij SCJ beberapa tahun silam, saya lalu menjadi katolik.


Beberapa tahun kemudian, saya malah berani  masuk biara dan akhirnya menjadi suster biarawati Hati Kudus (HK).


Itu pun berkat ‘perantaraan’ Romo van Ooij SCJ yang telah memperkenalkan saya dengan salah satu suster HK.


Awal hidup saya dan masa remaja saya ditandai dengan keyakinan agama lain.


Namun, perjumpaan dan  pendampingan Romo van Ooij SCJ serta teladan hidupnya telah menjadikan saya mamu berani menjawab ‘Ya’ atas panggilan hidup menjadi seorang religius suster biarawati HK.


Kisah lama namun serasa masih selalu ‘segar’ dalam ingatan itu terjadi kurun waktu tahu 1972.


Waktu itu, Romo van Ooij SCJ sering melakukan kunjungan pastoral dan juga menyapa saya dengan nama panggilan di dusun saat itu.


Kata beliau saat itu,”Eh kamu Sriyani, besok kamu yang akan meneruskan tugas penggembalaan pastoral di Kota Gajah dan sekitarnya.”


Saya bengong dengan ucapan tersebut. Saya bukanlah ‘siapa-siapa’ di Kota Gajah.


Tapi entah mengaa, empat tahun kemudian, saya benar-benar berada di Kota Gajah.


Tahun 1976, saya tinggal di sebuah Komunitas Susteran HK di Kota Gajah dan menjadi seorang katekis.


Imam panutan


Melalui pengenalan saya pribadi dengan almarhum Romo van Ooij SCJ,  baik ketika saya masih usia anak, remaja, dan kemudian menjadi dewasa sebagai suster religius, maka yang tinggal dalam hati saya hanya satu: kesan berlimpah akan sosok imam yang baik, ramah, dedikatif, dan serius menjalani hidup imamatnya.


Para suster Hati Kudus secara keseluruhan dan saya pribadi mesti merasa bersyukur pernah boleh mengenal almarhum Romo van Ooij SCJ.


Berkat dan melalui beliau, kami bisa berbagi pengalaman dengan seorang gembala yang luar biasa.


Dialah sosok imam yang mempunyai hati dan jiwa yang besar, bersemangat melayani umat dengan limpahan kasih,  tanpa pernah mementingkan  diri sendiri.


Terima kasih Romo van Ooij SCJ.  Cintamu, kesetiaanmu, ketekunanmu, pengorbananmu, pengabdianmu, pelayananmu, imanmu, semangatmu yang tanpa mengenal lelah itu telah menjadi contoh nyata.


“Gembala berbau domba”


Romo adalah sosok imam seperti yang selalu diserukan oleh Bapa Suci Paus Fransiskus tentang sosok “Gembala berbau domba’.


Sosok imam sejati itu sudah Romo praktikkan sendiri dalam hidup keseharian di Kota Gajah dan kota-kota kecil lainnya, jauh sebelum potret gembala yang menyatu diri dengan umatnya itu muncul dan diserukan oleh Bapa Suci.


Jauh-jauh hari sebelum istilah blusukan itu membumi saat ini, Romo sudah sering melakukannnya dengan berjalan berkeliling desa, mengunjungi umat dan menyapa mereka dalam kesehariannya.


Romo sudah diberi Tuhan umur panjang dan selama hidup itu pula Romo sudah menggunakan waktu itu untuk berbuat banyak kebaikan. Terutama, Romo menikmati hidup dan berkarya di ladang-Nya tanpa pernah berkeluh-kesah, suka berbagi pengalaman, merespon tantangan dengan jiwa besar, mengalami rasa suka duka dan kemudian mengolahnya sebagai bahan olah diri.



In Memoriam Romo Martin van Ooij SCJ: Saya Ingin Jadi Imam Misionaris (5)


Semua itu kiranya menjadi bekal untuk hidup dalam keabadian bersama Tuhan.


Romo telah mengajari kami banyak hal baik, namun terutama semangat belas kasih dan mencinta. Itu lebih dari cukup.


Selamat jalam Romo terkasih.


Maafkan saya, keluarga kami, teman-teman suster Hati Kudus: Komunitas, Kongregasi HK apabila kami pernah membuat kecewa.


Semoga Romo bisa  beristirahat dalam kedamaian abadi dan masuk dalam persekutuan para kudus.

Sr. Sriyani HK Suster biawati Kongregasi Hati Kudus (HK).

Sumber: Sesawi

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.