In Memoriam: Père Jacques Hamel Dibunuh Saat Misa oleh ‘Tentara” ISIS

Pastor Jacques Hamel, 84, dibunuh dengan cara digorok oleh ‘tentara’ ISIS ketika tengah memimpin misa di Gereja Paroki St. Etienne-du-Rouvray, Rouen, Normandia, Perancis Barat Daya, Selasa tanggal 26 Juli 2016. (Courtesy of Le Figaro)

TAK hanya umat Paroki St. Etienne-du-Rouvray yang kemudian menangisi kematian pastor sepuh nan ramah: Père (Pastor) Jacques Hamel. Pastor sepuh yang telah berusia  84 ini dibunuh dengan keji dengan cara yang sangat biadab.  Lehernya digorok oleh dua penyerang yang tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam Gereja Paroki St. Etienne-du-Rouvray ketika ia tengah memimpin  misa harian.

Para penyerang yang belakangan diketahui punya hubungan dengan ISIS ini masuk ke dalam gereja, lalu merangsek masuk altar dan kemudian  ‘menyembelih’ Romo Hamel, melukai dua suster biarawati dan dua umat katolik yang tengah mengikuti Perayaan Ekaristi.

Baca juga: 

Pastor bonus

Seorang umat katolik setempat menyebut almarhum Pastor Hamel adalah sosok imam yang baik. “Meskipun sudah lanjut usia, namun jiwa pelayanannya tidak kunjung usai ditelan perjalanan umur. Ia dengan senang hati melakukan tugas pelayanan pastoral sampai akhir hayatnya,” tutur perempuan ini.

Almarhum Pastor Jacques Hamel sudah lama berkarya di Gereja Paroki St. Etienne-du-Rouvray. “Beliau tinggal di Pastoran St. Etienne-du-Rouvray dan setiap umat paroki di sini sangat mengenal beliau,” tuturnya sebagaimana dilansir oleh The Guardian.

Ketika usianya telah mencapai 75 tahun, kata umat Paroki St. Etienne-du-Rouvray, mestinya Pastor Jacques Hamel boleh pensiun menikmati masa tuanya. Namun ternyata dia tidak mau leha-leha saja, melainkan ia tetap melayani umat paroki dan memberikan sakramen-sakramen bagi umat katolik setempat.

Vikjen Keuskupan Agung Rouen di Normandia, Pastor Philippe Maheut, menyebut bahwa serangan teroris yang brutal dengan sasaran Gereja Katolik, pastor, suster biarawati, dan umat paroki di St. Etienne-du-Rouvray ini  telah menggiring masyarakat Perancis pada situasi ‘histeris’.  Terlebih setelah dua pekan lalu kawasan wisata Nice di Perancis Selatan juga diguncang serangan teroris dengan cara menabrakkan truk lori di tengah kerumunan massa. Sebanyak 84 orang tewas dalam insiden yang terjadi di sebuah jalanan umum ketika kerumunan massa tengah membludak menyesaki kawasan pelesiran tepi Laut Mediterannea di kawasan Riviera Perancis Selatan ini.

“Pastor Hamel dibunuh,  ketika ia tengah merayakan ekaristi,” tutur Romo Vikjen Maheut.

Tidak menyurutkan semangat

Menurut dia, kemartiran Pastor Jacques Hamel tidak akan mematikan semangat orang katolik di Perancis untuk meneruskan karya-karya perbuatan kebajikan. “Kita akan terus melakukan hal itu: bertemu orang, saling berkenalan dan mengenal, memahami satu sama lain dan saling memberi dukungan,” katanya.

Sudah pasti, kematian Pastor Jacques Hamel telah melahirkan daya kejut yang sangat hebat di kalangan umat katolik setempat. Namun demikian, kata Romo Vikjen ini.

Hervé Morin, tokoh gereja katolik di St. Etienne-du-Rouvray menyebut almarhum Pastor Jacques Hamel sebagai pribadi seorang imam yang layak diteladani. “Sudah pastilah bahwa beliau itu orang suci dan baik hatinya kepada setiap orang. Beliau sudah 30 tahun melayani umat paroki St. Etienne-du-Rouvray,” ujarnya.

“Ini bukan saja peristiwa pembunuhan biasa dengan korban tewas orang biasa juga;  melainkan sebuah perbuatan biadab dimana leher seorang pastor digorok …sebuah tindakan yang setidaknya akan meletupkan suasana  tidak aman tengah mengintai masyarakat Perancis… and inilah risiko yang tengah kita hadapi,”

“Masyarakat Perancis kini ada dalam bahaya,” tukasnya.

Saat bertemu muka dengan Walikota St. Etienne-du-Rouvray, Hubert Wulfranc, Presiden Perancis Francois Hollande menyebut tindakan penyerangan brutal ini sama saja “menantang Perancis untuk bertindak”.

Menurut harian Le Figaro, pada hari Selasa petang pukul 18.00 waktu Perancis akan diadakan misa requiem untuk alm. Pastor Jacques Hamel. “Misa requiem akan berlangsung di Katedral Rouen,” demikian siaran ringkat Le Figaro en direct.

“Misa requiem juga akan diadakan di Katedral St. Yohannes di Lyon pada hari Selasa malam pukul 19.00 waktu Perancis,” tulis Le Figaro.

Diolah dari berbagai sumber

avatar Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.