RIP Romo Antonius Martinus van Ooij SCJ (Ist)

Pengantar Redaksi


Tulisan ini dikerjakan oleh seorang imam SCJ yang tengah ditugaskan belajar dengan inisial SHL.


—————-


JIKA Santoso tidak ketemu dia, mungkin Santoso tidak akan menjadi seorang imam biarawan Dehonian. Sosok, sikap, cara hidup dan kesaksiannya sebagai imam biarawan Dehonian begitu real, true and genuine. Dia adalah seorang imam yang sejati.


Setiap berjumpa dengan pribadi ini, selalu disambut dengan senyum, tatapan tajam, gengaman tangan yang hangat dan dekapan dari seorang bapa dan gembala yang baik. Siapa pun diterimanya dengan posisi yang sama. Tidak ada yang dibedakan dan dianak-tirikan.



RIP Pastor Antonius Martinus van Ooij SCJ, Misionaris di Indonesia dan India


Sebagai pencetus, pelaksana, dan pembimbing Retret Kerajaan Allah, beliau telah memghadirkan “Kerajaan Allah” itu hadir dan dekat di tengah masyarakat.


Mereka yang punya “posisi” dan tinggal di balik tembok biara, diajaknya sebentar keluar untuk melihat “Kerajaan Allah” di tengah masyarakat yang miskin, kecil, dan lemah. Dan saat itu, kami, anak-anak kecil ini hanya bisa menyaksikan dan ikut bergembira saja, karena bisa melihat frater, suster, bruder dan romo yang tinggal di rumah kami …


Dia punya “aura” yang kuat untuk menyentuh hati kami akan panggilan Tuhan. Ada cokelat, permen, buku dan alat-alat tulis yang dijadikan olehnya sebagai “magnet” bagi kami untuk ikut cara hidup dia dan menjadi anak-anak yang maju dan tekun dalam belajar. Tidak terhitung, berapa kali namanya disebut sebagai “inspirator, motovator dan teladan” dalam menjawab panggilan Tuhan.


Dia seorang pendoa yang luar biasa. Telinganya begitu “peka” akan suara Roh Kudus. Hatinya selalu diarahkan kepada Tuham dalam Doa Harian, Adorasi, Meditasi dan Ekaristi.


Dia adalah sosok yang berwibawa dan rapi dalam berpakaian. Tahun-tahun terakhir, dia banyak memakai baju batik lengan pendek. Tampak dia tambah ganteng dan gagah.


“Romo Pan Ooy”, begitulah sejak kecil kami memanggilnya. Terimakasih atas kesaksianmu sebagai imam-Nya.


Saya, sungguh bersyukur bisa berjumpa denganmu. Sejak mendengar berita kematianmu, sulit bagiku untuk bisa menerimanya, karena sebenarnya satu bulan lagi saya rindu untuk mengunjungimu.


Tetapi, engkau memilih hari yang “begitu baik”.

Engkau memilih hari setelah satu hari dirimu merayakan Hari Ulang Tahun Imamatmu yang ke-55.Engkau memilih hari Vigili Parayaan Kabar Sukacita.Dan engkau memilih hari menjelang pekan suci.

Nampaknya, engkau telah siap menuju “Kota Yerusalem Surgawi”. Lepas dari apa yang terjadi di sekitar kematianmu, yang jelas Tuhan, Sang Pemberi Hidup begitu mengasihimu.


Selamat Jalan “Romo Pan Ooy”.


Saya akan meneruskan “Api dan semangat misimu”, khususnya untuk lebih “peka mendengarkam suara Roh Kudus.


Truly, this man is real, true, and genuine priest.


25 Maret 2018


Sumber: Sesawi

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.