In Memoriam “Pakdhe” Romo HP Bratasudarma SJ: Menjadi Misionaris di Kamboja (2)

< ![endif]-->

LANTARAN sudah cukup berumur ketika bergabung masuk dengan Serikat Jesus dengan menjalani masa pendidikan novisiat di Girisonta, maka almarhum Romo Heribertus Pardjijo Bratasudarma SJ tak jarang dipanggil dengan nama karaban: Pakdhe. Maklumlah, teman-teman seangkatannya yang masuk Novisiat SJ Girisonta tahun 1976 rata-rata masih berusia beyes alias muda sekali.

Rata-rata mereka baru saja menyelesaikan pendidikan SMA-nya, entah di Seminari Mertoyudan atau kolese-kolese yang dikelola oleh para Jesuit Indonesia: Kolese de Britto, Kolese Loyola, dan Kolesa Kanisius. Sementara, Pakdhe Romo HP Bratasudarma sudah berhasil menyelesaikan studi pendidikan bahasa Inggris di (dulunya ) IKIP Sanata Dharma Yogyakarta.

Lahir di  Tawangharja tanggal 13 Juni  1952, almarhum Pakdhe Romo HP Bratasudarma masuk Novisiat SJ seangkatan dengan Romo Eddy Anthony SJ, Romo Aziz Mardopo SJ, dan beberapa teman  lain yang kini sudah cucul jubah alias jebling dari imamat maupun sebagai frater SJ.

Gereja Stasi Taom di Siem Reap Kamboja

Gereja Stasi Taom, sekitar 1,5 jam perjalanan darat plus menyeberang sungai dengan sampan kayuh dari kota Siem Reap, Kamboja Utara (Mathias Hariyadi)

Menerima tahbisan imamatnya dari tangan Uskup Agung Semarang –waktu itu—Mgr. Julius Darmaatmadja SJ di Yogyakarta tahun 1986, almarhum Romo Pakdhe Bratasudarma SJ pernah berkarya antara lain di Seminari Mertoyudan sebagai surveillant mengajar bahasa Inggris tahun 1981-an; lalu di Paroki Danan Wonogiri, Timtim, dan kemudian selama bertahun-tahun lamanya menjadi ‘misionaris’ di Negeri Kamboja .

Kamboja Jesuit Service Cambodia

Kantor Jesuit Refuge Service dan Pusat Residensi Para Jesuit Internasional di sebuah gang besar namun becek di kala hujan sedikit di luar kota Siem Reap, Kamboja Utara (Mathias Hariyadi)

Awalnya sebagai staf Jesuit Refugee Service (JSR) yang berpusat di Phnom Penh, namun sebelum akhirnya pulang kampung ke Indonesia alm. Pakdhe Romo Bratasudarma SJ sempat melayani tugas pastoral sebagai pastor paroki di Siem Reap, kawasan utara Kamboja sekitar 6 jam perjalanan naik bus dari Ibukota Phnom Penh.

Tautan:  40 Tahun Vakum, Umat Katolik Taom Siem Reap di Kamboja Hanya 29 Jiwa (2)

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.