In Memoriam Om Eddy Samsuri, Tukang Sulap KBKK Indonesia

eddy samsuri1

DALAM setiap pelayanan bakti kasih yang diemban oleh Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK Indonesia), kehadiran Om Eddy Samsuri telah memberi warna tersendiri. Nyaris dalam setiap pelayanan bakti kasih kemanusiaan KBKK Indonesia, rona-rona wajah ceria anak-anak sampai  memburat indah berkat kehadiran Om Eddy Samsuri.

Betapa tidak. Usia Om Eddy Samsuri boleh dibilang sudah berlipat ganda alias menua. Namun semangat muda Om Eddy Samsuri saat menghibur anak-anak melalui permainan sulapnya nyaris tidak pernah redup. Kehadiraan Om Eddy Samsuri dalam setiap pelayanan bakti kasih kemanusiaan KBKK Indonesia selalu menjadi ‘hiasan’ kasih yang berhasil diukir KBKK Indonesia setiap melakukan pelayanan bakti kasih ke hampir semua keuskupan gerejawi di Indonesia sejak tahun 2001 hingga tiga tahun terakhir.

Kini, Eddy Samsuri telah tiada dipanggil Tuhan akhir pekan lalu, saat kita merayakan Hari Raya Lebaran. Setelah beberapa bulan didera penyakit kanker hingga berat badannya turun drastis, spesialis Tukang Sulap KBKK Indonesia ini pun menyerahkan rohnya kepada Tuhan. “Si Om menderita tujuh sakit kanker yakni paru-paru, getah bening, otak, tenggorokan, dan beberapa lagi lainnya,” kata istri almahum saat kami temui di Oasis Lestari di kawasan Cibitung, Tangerang, Senin tanggal 19 Juli 2015.

Selasa tanggal 20 Juli 2015 besok, jenazah Om Eddy Samsuri akan dikremasi di Oasis Lestari dan selanjutnya dilarung.

Sejak KBKK Indonesia berdiri
Kehadiran alm. Om Eddy Samsuri di jaringan kerja bakti kasih kemanusiaan KBKK Indonesia ini terjadi seiring dengan lahirnya kelompok peduli kasih kemanusiaan yang diampu oleh para profesional katolik, suster biarawati, para imam diosesan, imam religius, dan uskup ini. Ketika KBKK Indonesia pertama kali menggelar pelayanan bakti kasih kemanusiaannya untuk para pengungsi (politik) eks Timtim di kawasan Keuskupan Atambua tahun 2001, alm. Om Eddy Samsuri sudah ikut terjun ke sana.

Alm. Om Eddy membawa anak-anak pengungsi bisa sejenak melupakan kepedihan hati berkat hiburan permainan sulap yang dia bawakan dengan sangat semangat, meski kondisi di lingkungan pelayanan di Atambua waktu itu serba kurang menguntungkan. Tahun-tahun berikutnya, alm. Om Eddy Samsuri terlibat aktif dalam setiap pelayaan kasih kemanusiaan KBKK Indonesia di beberapa lokasi di Flores (NTT), Mentawai (Sumatra Barat), dan beberapa lokasi administratif gerejawi lainnya di seluruh penjuru Indonesia.

Terakhir kali alm. Om Eddy Samsuri terlibat dalam pelayanan kasih yang diemban KBKK Indonesia terjadi di Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, kira-kira tiga tahun lalu. Sejak itu, dalam tahun-tahun belakangan, karena usia makin menua dan kesehatan mulai menurun, alm. Om Eddy mulai jarang terlibat dalam karya pelayanan kasih yang diemban KBKK Indonesia di banyak keuskupan gerejawi di seluruh Indonesia.

Kira-kira tiga tahun lalu pula, secara personal alm. Om Eddy Samsuri pernah kami undang menghibur sekelompok anak di sebuah panti asuhan di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Meski bukan dalam paket pelayanan kasih KBKK Indonesia sebagaimana biasanya almarhum aktif melibatkan diri dengan suka rela dan senang hati, namun alm. Om Eddy Samsuri tetap menyatakan niat dan dukungannya untuk menghibur anak-anak di panti asuhan ini.

Waktu itu, seorang anak warga negara AS bernama Larissa tengah datang menjenguk keluarga besar ibunya di Pontianak, Kalbar. Untuk merayakan pesta ulang tahunnya, sengaja ibu anak ini ingin menyelenggarakan pesta ulang tahun di sebuah panti asuhan dengan maksud berbagi keceriaan dan berkah bagi anak-anak yang kurang beruntung.

Ketika gagasan bagus ini kami sharingkan kepada Om Eddy Samsuri, almarhum dengan semangatnya ingin mendukung pesta ulang tahun Larissa, bocah perempuan warga negara AS namun berdarah asli Indonesia ini. Hanya dengan bekal sapu tangan merah dan beberapa peralatan lainnya, Om Eddy Samsuri tampil memukau di depan anak-anak di panti asuhan ini.

Larissa dan kedua orangtuanya tak menyangka, kalau pesta ulang tahun untuk putri semata wayang mereka ini akhirnya bisa terselenggara di sebuah panti asuhan. “Ini jauh lebih mengesankan daripada misalnya makan-minum di restoran,” kata Lily, ibu kandung Larissa waktu itu.

Kini, Om Eddy Samsuri telah menuju perjalanan panjang menghadap Tuhan. Karya-karya pelayanan KBKK Indonesia ke pelbagai penjuru wilayah gerejawi di Indonesia dimana alm. Om Eddy Samsuri datang dan menghibur anak-anak tetap akan dikenang oleh segenap anggota KBKK Indonesia di Tanahair.

Pelayanan kasih kemanusiaan yang diemban KBKK Indonesia tetap akan terus berjalan, meski sudah tidak akan ada lagi paket-paket hiburan permainan sulap yang diampu oleh alm. Eddy Samsuri.

Terima kasih Om Eddy Samsuri atas karyamu yang sederhana, namun tetap membekas di hati ratusan anak-anak Indonesia yang pernah merasa terhibur dan dibuat terpingkal-pingkal karena permainan sulapmu.

Requiescat in pace.

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.