In Memoriam Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr: Syukur atas Rahmat 50 Tahun Pesta Imamatnya (2)

BERNIO, majalah internal imam-imam diosesan Keuskupan Agung Semarang edisi khusus tahun 2011 lalu melansir berita menarik tentang perayaan pesta emas, pesta panca windu dan pesta perak imamat untuk sejumlah imam praja anggota UNIO KAS. Salah satu jubilaris yang berbahagia adalah alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr (1935-2014).

Tahun 2011 lalu, alm. Mgr. Valentinus Kartosiswoyo Pr merayakan pesta emas imamatnya yang ke-50 tahun. Bersama dengan almarhum yang juga merayakan pesta emas imamatnya adalah mantan Uskup Keuskupan Ketapang (Kalimantan Barat) Mgr. Blasius Pudjaraharja Pr yang kini menikmati masa pensiunnya di tlatah Keuskupan Agung Semarang.

Ikut dalam rombongan para jubilaris itu adalah para imam diosesan KAS lainnya yang merayakan pesta panca windu (40 tahun) imamatnya yakni Romo Aloysius Budyapranata Pr (asli Paroki Wedi, Klaten dan kini berkarya sebagai scriptor di Keuskupan Purwokerto), Romo Johannes Murtono Harjoyo Pr, Romo Julius Sukardi Pr (keduanya pernah menjadi pastor paroki di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi kurun waktu tahun 1975-1980an).

Sementara para jubilaris pesta perak imamatnya adalah Romo Robertus Hardiyanta Pr dan Romo Antonius Hari Kustono Pr.

Bersyukur saja
Apa yang bisa disimak pada alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr dari perjalanan panjang menekuni panggilan imamatnya hingga menapak jejak pada angka lebih dari 50 tahun?

Alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo berucap pendek: “Saya hanya bisa bersyukur.”

“Ini bukan prestasi, melainkan anugerah ilahi. Ini rahmat dan anugerah Allah yang istimewa yang tidak bisa saya jelaskan,” ungkapnya waktu itu.

“Ini karena kita tahu, tidak setiap imam bisa mencapai perjalanan (imamatnya) hingga peringatan ke-50 tahun,” tandasnya.

Mgr V. Kartasiswoyo Pr bersama Mgr. Blasius Pudjaraharjo Pr email

Teman angkatan tahbisan tahun 1961: Alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr bersama Mgr. Blasius Pudjaraharjo Pr –mantan Uskup Keuskupan Ketapang di Kalimantan Barat. Keduanya menerima tahbisan imamat dari tangan Romo Kandjeng Mgr. Albertus Soegijapranata SJ di Gereja Kumetiran Yogyakarta. (Dok. Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta)

Saat masih tengah menginap di Wisma Unio Indonesia Jakarta, Mgr. Valentinus Kartasiswoyo pernah terserang stroke, pertengahan Mei 2007. Setelah dirawat di RS Sint Carolus dan melakukan obat jalan, beliau diizinkan Uskup Agung KAS waktu itu –Mgr. Ignatius Suharyo—untuk tinggal di Wisma Petrus di lingkungan kompleks Seminari Tinggi St. Paulus, Kentungan, Yogyakarta.

“Terima kasih Bapak Uskup Mgr. Ignatius Suharyo yang telah mengizinkan saya tinggal di Wisma Petrus sampai sekarang (wafatnya, red.),” kenangnya.

Sakramen Perminyakan Terakhir
April 2009, Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr kembali jatuh di kamar mandi. Karena kondisi makin memburuk saat dirawat di RS Panti Rapih Yogyakarta, atas rekomendasi Mgr. Ignatius Suharyo Pr maka beliau lalu diberikan Sakramen Perminyakan Terakhir tanggal 30 April 2009 dari tangan alm. Romo St. Darmawijaya Pr, sahabat karibnya.

“Eh, ternyata sahabat karib saya itu (alm. Romo Darmawijaya, dosen KS, red.) malah mendahului saya sowan Gusti,” kenangnya waktu tahun 2011.

Mgr. Karta di RS Panti Rapih

Hari-hari terakhir: Alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo sesaat sebelum menerima sakramen perminyakan suci di RS Panti Rapih Yogyakarta. Ikut menemani almarhum adalah Ibu Woro, adik kandung Mgr. Karta. (Dok. Romo Willem Pau Pr)

Confessio
Ketika ditanya Majalah Bernio saat itu tentang ‘kesiapan hati’ menghadap Tuhan, maka jawaban alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr benar-benar di luar dugaan.

“Kalau merenungkan perjalanan 50 tahun menjadi imam, satu hal yang mengesankan dan mendamaikan hati adalah (karena) saya sudah mengakukan –confessio—semua dosaku terkait kemurnian, ketaatan dan kemiskinan selama ini,” jawabnya tangkas.

Mgr V. Kartasiswoyo Pr bersama Mgr. Blasius Pudjaraharjo dan Uskup Agung Semarang email

Gelar Monsinyur tanpa keuskupan: Alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr mendapat gelar tituler Mgr. dari Tahta Suci saat menjabat Sekretaris Eksekutif KWI. Dalam foto tampak almarhum bersama mantan Uskup Keuskupan Ketapang Mgr. Blasius Pudjaraharjo Pr (kiri) dan Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta Pr, (Dok. Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta)

“Saya siap kapan pun Tuhan (akan) memanggilku,” lanjutnya kemudian.
Pada perayaan Pesta Emas Imamat di tahun 2011, alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo mengajak semua orang untuk melakukan syukur: Gratias agimus tibi (Marilah mengucap syukur kepadaNya).

“Pada hari yang penuh rahmat ini, saya bersama Mgr. Blasius Pudjaraharja Pr mengajak Anda semula untuk bersyukur. Gratias agimus tibi. Kami bersyukur kepada-Mu,” kenangnya kemudian.

“Sungguh, perayaan pesta emas imamat hari ini bisa terselenggara semata-mata berkat rahmat Allah.
Tanpa penyelenggaraan ilahi, saya tidak bisa apa-apa. Maka, saya hanya bisa bersyukur. Bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur dan berterimakasih kepada para Bapak Uskup, rekan-rekan imam, para murid saya, kelompok Lumen Pauli, seluruh umat, keluarga, dan kepada siapa saja,” tuturnya di atas kursi roda.

Sejarah hidup

Nama lengkapnya adalah Mgr. Valentinus Winardi Kartasiswoyo Pr

Lahir di Surakarta (Solo), 15 Februari 1935 dari pasangan orangtua Salesius Salam Kartasiswoyo dan Ny. Salesia Adidjah. Beliau merupakan anak ke-6 dari 11 orang bersaudara. Menerima permandian di Gereja St. Antonius Purbayan Solo tanggal 20 Februari 1935 dan menerima tahbisan imamatnya di Gereja Hati Kudus St. Maria Tak Bercela di Kumetiran Yogyakarta oleh Romo Kandjeng Mgr. Albertus Soegijapranata SJ pada tanggal 8 September 1961.

Mgr Situmorang Kardinal Julius Darmaatmadja dan Mgr Valentinus Kartasiswoyo Pr by Dokpen KWI ok

Sama-sama masih muda di KWI: Alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr (kiri) bersama Uskup Agung Semarang/Jakarta –waktu itu– Kardinal Julius Darmaatmadja SJ (tengah) dan Uskup Keuskupan Padang Mgr. Situmorang OFMCap. (Courtesy of Dokpen KWI)

Kurun waktu tahun 1961-1962 menjadi pastor paroki di Gereja Maria Assumpta Klaten dan kemudian menjalani tugas belajar Hukum Gereja (Kanonik) di Roma.

Kurun waktu 1966-1986 menjadi dosen Hukum Kanonik dan Pastoral Perkawinan di Institut Filsafat Teologi (IFT) –kini Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta– sekaligus formator di Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan.

Kurun waktu 1967 hingga masa pensiun menjadi Vikaris Yudisial KAS; tahun 1983-1992 menjadi Ketua Unio Indonesia dan selama 10 tahun (1986-1996) menjadi Sekretaris Eksekutif KWI menggantikan alm. Mgr. J. Hadiwikarta Pr yang diangkat menjadi Uskup Keuskupan Surabaya.

Karyanya antara lain menjadi koordinator penerjemahan Kitab Hukum Kanonik 1983 dan edisi revisinya di tahun 1991.

Di Keuskupan Agung Jakarta, alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr dipercaya menjadi defensor vinculi.

Pada tanggal 30 Oktober 1987, Vatikan menganugerahi gelar prelatus honorarius kepausan hingga berhak menyandang diri sebagai Monsinyur (Mgr.)

Kurun waktu 1990-2000: menjadi moderator untuk kelompok Marian Center Indonesia.

Tahun 1998-2004: menjadi Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta.

Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr meninggal dunia pada usia 79 tahun di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, hari Senin (16/6) petang. Jenazah alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr dimakamkan di kompleks pemakaman imam-imam diosesan KAS di Kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Yogyakarta.

Bekerja di KWI: Alm. Mgr. Valentinus Kartasiswoyo Pr saat masih berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif KWI. (Courtesy of Dokpen KWI)

PS: Redaksi Sesawi.Net mengucapkan terima kasih atas naskah transkrip karya Romo Y. Gunawan Pr dan kiriman naskah kenangan yang berharga ini kepada Romo Willem Pau Pr. Keduanya adalah imam diosesan KAS.

Photo credit: Dok. Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogyakarta (Courtesy of Romo Rektor Seminari Tinggi Josep Kristanto Suratman Pr)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.