In Memoriam Bruder G. Sutter SJ: Sang ‘Jagal’ dari Swiss

bruder sutter sj by hidup katolik

KENANGAN saya akan alm. Bruder Sutter SJ terjadi pada kisaran waktu tahun 1979-an, ketika beliau baru saja menuntaskan tugasnya di KPTT Salatiga, Jawa Tengah.

Bruder Sutter datang ke Seminari Mertoyudan menggantikan Bruder Prapto SJ yang pindah tugas ke Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta. (Baca juga:  RIP Bruder G. Sutter SJ di RS Carolus Jakarta)

Almarhum Bruder Sutter SJ boleh dibilang ‘raksasa’ dalam ukuran tubuh. Berdiri gagah dengan sedikit membungkuk dan berjalan menenteng tangga besi menjadi kemudahan bagi bruder Jesuit kelahiran Swiss ini. Cara jalannya seperti Frankenstein, tokoh rekaan yang menjadi legenda film horror: tegap, gagah, menimbulkan ‘aroma’ sedikit ‘horor’ lantaran gaya Bruder Sutter berjalan sungguh mirip Frankenstein ini.

Derap langkahnya pasti, ada bobot, dan sedikit menimbulkan riak bebunyian di lantai di sepanjang lorong panjang di Seminari Mertoyudan. Beliau selalu memakai sepatu boot untuk mengalasi kakinya sehingga derap langkahnya menjadi berat dan berbobot.

Langkah pertama yang dibuat alm. Bruder Sutter adalah mencoba mengisi ruang halaman/pekarangan dekat refter utama dengan projek menanam sawi. Itulah untuk pertama kalinya saya melihat pohon sawi.

Yang paling diingat tentu saja kepiawaian Bruder Sutter menyembelih babi di ujung pojokan seminari. Setiap kali terdengar raungan keras dari babi-bagi yang disembelih, maka ingatan seminaris pada waktu itu hanya satu: Bruder Sutter tengah menyiapkan makanan enak untuk para seminaris yakni daging babi goreng berbumbu bawang-garam.

Karena itulah, di ingatan banyak orang Bruder Sutter senantiasa dikenal sebagai ‘jagal’ babi.

Kredit foto: Alm. Bruder Sutter SJ melayani kebutuhan seminaris. (Dok. Majalah Hidup)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.