Iman Sejati

SAAT mendengar Yesus akan lewat, seorang pengemis buta tidak henti-hentinya berseru memanggil nama Yesus, kendati dihardik orang banyak. Tindakannya membuahkan hasil, Yesus pun menghampirinya dan menyembuhkannya.

Kisah ini mengajarkan kepada kita, betapa pentingnya memiliki iman sejati, di dalam menjalani kehidupan ini. Sadari bahwa tiada seorang manusia pun di dunia ini yang luput dari kesulitan, penderitaan atau sakit penyakit. Hanya iman yang kokoh kepadaNya, senantiasa mengandalkan Dia, akan membuat kita pantang menyerah, terus menerus berusaha mencari jalan keluar.

Meski doa yang kita panjatkan belum dijawabNya, meski tidak memahami kenapa semua harus terjadi, tetaplah setia kepadaNya; jangan pernah menyimpang dari jalanNya. Percayalah bahwa Ia memiliki rencana yang jauh lebih indah daripada yang kita harapkan.

Mari bersandar kepadaNya agar mata iman kita tidak dibutakan oleh kelamnya kegelapan yang menyelimuti hidup kita. Bersama Dia, dan dengan pimpinanNya maka mata iman kita dimampukan untuk melihat seberkas cahaya pengharapan; yang memotivasi kita untuk berjuang dengan gigih, menerobos kegelapan, dan terus melangkah untuk menggapai keselamatan yang ditawarkanNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.