Iman Kokoh dalam Pengungkapan dan Perwujudan

iman kuat by Average Jane

Kamis 26 Juni 2014
Hari Biasa Pekan XII
2 Raja 24:8-17; Mazmur 79:1-2.3-5.8.9
Matius 7:21-29

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Matius 7:24)

TUHAN Yesus Kristus mengajarkan kepada kita pentingnya menjadi pelaksana sabda bukan hanya penyeru nama-Nya. Bukan orang yang berseru-seru dengan kata-kata menyebut nama Tuhan yang akan masuk sorga, melainkan yang melakukan perkataan-Nya.

Apa artinya hanya menjadi penyeru nama Tuhan? Kita menjadi penyeru nama Tuhan saat hanya beriman sebatas bibir dan kata-kata tanpa tindakan nyata. Orang yang beriman sekadar dengan kata-kata bahkan tidak pernah menghayati imannya dalam tata ibadah. Mengaku Katolik tetapi tidak pernah berdoa, tak pernah ke gereja, tak pernah melakukan tata aturan dan hukum agama.

Iman harus diwujudkan dalam tindakan dengan melaksanakan sabda-Nya. Tindakan bisa berupa tindakan devosional ritual dan liturgis. Ini disebut ungkapan iman. Tindakan bisa juga berupa tindakan karya karitatif, bela rasa, solidaritas, Yang ini disebut perwujudan iman.

Iman diungkapkan dan diwujudkan secara nyata. Antara ungkapan iman dan perwujudan iman laksana dua sisi sekeping mata uang yang saling menentukan. Keduanya laksana sepasang kaki untuk melangkah menuju sorga. Salah satu tidak dihayati, maka langkah kaki menjadi pincang! Langkah menuju sorga pun tertatih-tatih.

Dalam perumpamaan Yesus, orang yang melakukan perkataan-Nya, berarti orang yang menghayati iman secara seimbang dalam pengungkapan dan perwujudan nyata. Ungkapannya nyata. Perwujudan pun nyata. Orang yang demikian laksana membangun rumah di atas batu yang tak tergoyahkan oleh badai kehidupan yang menerjang.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara iman yang diungkapkan dan iman yang diwujudkan. Maka, Adorasi Ekaristi Abadi itu laksana batu karang kokoh fondasi kehidupan iman kita. Mari membangun kehidupan kita laksana mendirikan rumah di atas batu karang dengan tekun dalam Adorasi Ekaristi Abadi yang berbuah berkah bagi sesama dan semesta.

Tuhan Yesus Kristus, semoga hidup rohani kami mendasari upaya kami untuk menjadi orang yang sungguh mengimani Engkau secara cerdas, mendalam dan tangguh. Dengan demikian iman itu berbuah berlimpah dalam kehidupan, tak mudah roboh apalagi hancur oleh ancaman maupun tantangan. Teguhkan kami dalam iman, harapan dan kasih, kini dan sepanjang masa. Amin.

Photo credit: Ilustrasi (Courtesy of Average Jane)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.