Iman dan Kebaikan


INJIL hari ini mengisahkan seorang perwira Romawi yang memiliki iman dan kerendahan hati yang luar biasa. Lewat utusannya, ia memohon agar Yesus menyembuhkan hambanya, cukup dengan bersabda saja, tanpa perlu Ia berkunjung ke rumahnya. Sang perwira percaya bahwa SabdaNya berkuasa untuk mendatangkan pemulihan bagi hambanya.


Yesus adalah Putra Allah, Juru Selamat kita. Sebagai pengikutNya, seharusnya kita percaya penuh kepadaNya. Namun kita cenderung untuk mendikteNya agar Ia memenuhi seluruh permohonan kita. Saat doa kita tidak dikabulkanNya, kita kehilangan kepercayaan kepadaNya dan meninggalkan Dia.


Lewat Injil hari ini, Yesus memanggil kita untuk meneladani sikap seorang perwira Romawi. Meskipun ia dianggap kafir, namun imannya sungguh membuat Yesus kagum.


Marilah kita datang ke hadapanNya dengan rendah hati. Bina relasi yang akrab denganNya agar kita bertumbuh dalam iman sejati, senantiasa percaya bahwa di balik setiap peristiwa kehidupan yang pahit dan menyakitkan, terdapat rencanaNya yang terbaik dan terindah.


Tidak cukup hanya menumbuhkembangkan iman, namun kita juga harus mewujudkan iman ke dalam tindakan nyata, dengan menebarkan kasih dan kebaikan kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan status dan latar belakang.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: