Iman Bartimeus (2)

(sambungan)

Mudah bagi kita untuk menyebut kata iman tetapi kenyataannya seringkali hal itu sulit untuk dilakukan. Mengapa begitu? Karena iman biasanya berhubungan dengan sebesar apa kepercayaan dan pengharapan kita kepada Tuhan pada saat jalan terasa buntu, sempit dan penuh situasi sulit. Dan itulah tepatnya yang diingatkan di dalam Alkitab. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1). Iman memegang peran yang sangat penting bagi kita. Bisa tidaknya kita menerima mukjizat Tuhan untuk menjawab permasalahan kita, termasuk yang sudah seperti tidak ada jalan keluar lagi sekalipun, itu akan sangat tergantung dari ukuran iman kita. Dan seperti yang saya tulis di awal maupun beberapa renungan terdahulu, Matius 17:20 mengatakan bahwa sebesar biji sesawi saja sudah bisa membuat tidak ada lagi apapun yang mustahil bagi kita. Jika kita masih belum memiliki iman yang cukup untuk menerima mukjizat-mukjizat ajaib Tuhan dalam hidup kita, jika kita masih saja hidup dalam kegelisahan, kekuatiran atau ketakutan dan kepanikan, itu artinya iman kita masih jauh lebih kecil dari biji sesawi yang ukurannya sudah sangat kecil itu.

Jika hari ini diantara anda ada yang mungkin sedang menghadapi jalan buntu yang terlihat seperti tidak lagi punya solusi atau harapan, ini saatnya untuk belajar mengambil keputusan seperti Bartimeus. Ia datang dan berseru-seru kepada Tuhan dengan mengedepankan imannya, dan lihatlah bagaimana Tuhan lantas merespon seruannya. Hal ini tepat seperti yang dikatakan Daud dalam salah satu Mazmurnya: “Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.” (Mazmur 34:7) dan “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.” (ay 18). Iman akan menggerakkan kita untuk berseru kepadaNya, bergantung dan berpengharapan kepadaNya dalam kesesakan seberat apapun. Kita harus benar-benar paham bagaimana kedahsyatan Tuhan seperti yang tertulis dalam Mazmur berikut ini: “Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.” (Mazmur 96:4).

Ini saatnya kita memandang Tuhan dan mengetahui kekuatanNya, menyadari bahwa tidak ada satupun masalah yang lebih besar dibanding kuasaNya. Bartimeus mengalami jamahan dan pemulihan Tuhan yang ajaib, dan itu karena ia memiliki iman yang berbeda dari orang-orang lain. Pola pikirnya positif, ia mengetahui dengan benar apa yang ia butuhkan dan ia mengenal betul bagaimana pribadi Tuhan. Firman Tuhan berkata: “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3). Bartimeus lolos dari ujian itu. Ia meminta sesuatu yang benar, dan ia memintanya kepada Yesus. Dan Yesus sudah berkata bahwa “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yohanes 14:14). Kalau itu berlaku bagi Bartimeus, tentu bagi kita pun berlaku. Mari kita belajar dari iman yang dimiliki Bartimeus. Sadarilah bahwa apapun yang sudah dianggap buntu oleh dunia ini, atau ketika kita dianggap tidak cukup penting oleh dunia ini untuk memperoleh apa-apa, kita punya Tuhan yang tidak akan terbatas oleh kebuntuan separah apapun. Dia akan dengan senang hati mengulurkan tanganNya, menjawab iman kita dan membuat hal mustahil menjadi nyata, karena Dia sungguh mengasihi kita.

Berhentilah menghina Tuhan dengan kekuatiran kita, saatnya mengedepankan iman dalam kehidupan sehari-hari

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.