IGCN: Save Water and Energy (1)

TAHUN ini, Hari Air Sedunia (22 Maret) dan Hari Bumi Sedunia (22 April), diperingati bersama melalui serangkaian acara oleh Indonesia Global Compact Network (IGCN).

IGCN merupakan bagian dari United Nations Global Compact yang diluncurkan atas inisiatif Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan pada tanggal 26 Juli 2000 sebagai gerakan sukarela dari para pemimpin perusahaan, lembaga akademis, dan LSM yang berkomitmen untuk menerapkan 10 Prinsip Global Compact.

10 prinsip Global Compact
Sepuluh Prinsip Global Compact PBB meliputi:
Hak Asasi Manusia (HAM)

  1. Bisnis harus mendukung serta menghor-mati perlindungan internasional yang ada dalam deklarasi HAM;
  2. Memastikan mereka tidak berkolaborasi dalam penyalahgunaan HAM.

Ketenagakerjaan

  1. Bisnis seharusnya mendukung kebebasan dalam berserikat dan mengenalkan secara efektif hak tawar kolektif;
  2. Mereduksi semua bentuk yang mengin-timidasi pekerja;
  3. Penghapusan secara efektif pekerja anak;
  4. Menghapuskan diskriminasi pekerja anak dan profesi.

Lingkungan

  1. Bisnis harus mendukung pendekatan preventif yang mengancam lingkungan hidup.
  2. Mengambil langkah-langkah inisiatif untuk memromosikan tanggung jawab lingkungan yang lebih luas;
  3. Mendukung pembangunan dan menyebarkan teknologi yang ramah lingkungan.

Anti Korupsi

  1. Bisnis harus bekerja melawan segala bentuk korupsi termasuk pemerasan dan penyuapan.

Hari Air dan Hari Bumi
Indonesia Global Compact Network dan Gerakan Ciliwung Bersih bersama mitra kolaborasi perusahaan, pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas menyelenggarakan acara yang bertajuk “Save Water, Save Energy” pada 23 dan 24 April 2014, bertempat di Kampus Anggrek, Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini acara lebih bervariasi dan melibatkan lebih banyak pihak . Ada ekshibisi, lomba, diskusi, sampai pemutaran video. Pihak yang terlibat mulai dari anak SD sampai umum.

Pada hari pertama diadakan lomba story telling tentang air oleh pelajar sekolah dasar. Selain itu ada pemutaran video “Water Matters” oleh UN Industrial Development Organization (UNIDO), dan diskusi film oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI). Tak ketinggalan diskusi pelajar SMA dan mahasiswa serta diskusi umum tentang penyelamatan air dan energi. Sedangkan di lantai lain diselenggarakan pameran tentang program terkait dengan konservasi air dan energi yang diikuti institusi pemerintah seperti PDAM, PLN, perusahaan swasta seperti PT Martina Berto, Sinar Mas Group, Unilever, dan juga komunitas seperti Gerakan Ciliwung Bersih.

Pada hari kedua, hasil diskusi yang dilakukan pada hari pertama dipaparkan kepada peserta yang hadir. Pelajar SMA dan mahasiswa yang mewakili kelompok diskusi, dengan fasih bicara mengenai program konservasi yang ingin mereka lakukan. Saran dan masukan dari peserta lain melengkapi program yang diharapkan tidak hanya menjadi sekedar wacana belaka.

Dialog juga dimunculkan dengan panelis dari UNIDO dan IGCN. UNIDO memaparkan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukannya pada tatanan global dan di Indonesia. Sedangkan IGCN dengan CEO Water Mandate yang berisi para CEO perusahaan-perusahaan yang peduli dan memberikan komitmen tentang konservasi air menjelaskan kerjasama yang telah dilakukan dan juga program-program perusahaan swasta secara individual.

Rangkaian dua hari acara tersebut ditutup dengan konferensi pers mengenai pencanangan kembali program ‘Sejuta Biopori’ oleh Presiden IGCN, JW Junardy. Sejauh ini program tersebut telah menghasilkan sekitar 400.000 lubang biopori yang dilakukan oleh anggota-anggota IGCN.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.