Hidup Sehat Sampai Tua Cara Rajawali

SEORANG pakar kesehatan olahraga bercerita, manusia harus meniru cara hidup rajawali. Tentu, kalau yang bersangkutan ingin bisa hidup sehat dan itu  berlanjut terus hingga mencapai  usia lanjut. Hidup sehat sampai tua cara rajawali adalah kiatnya agar semua organ tubuhnya tetap bisa berfungsi dengan baik.

Konon, seekor burung rajawali mampu hidup mencapai umur  75 tahun. Tapi ketika umurnya mulai menginjak angka 40 tahun, bulu sayapnya akan tumbuh menusuk daging. Paruhnya juga akan  menjadi semakin bengkok, sementara cakarnya semakin melengkung sehingga dia tidak lagi bisa terbang dan menangkap mangsanya untuk mendapatkan asupan makan.

Dua pilihan
Pilihan hidupnya hanya tinggal dua saja: diam saja sambil menunggu kematiannya atau berani menderita untuk selanjutnya bisa hidup 35 tahun lagi. Nah, burung rajawali punya ‘ilmu’ untuk opsi kedua.

Caranya dia harus mencari tempat paling tinggi dan lalu mencabuti kukunya, mematahkan paruhnya dan cakarnya dengan jalan menghantamkannya pada batu cadas. Dia tentu saja akan kesakitan, menderita, berpuasa, dan tidak berdaya selama 1 bulan sampai bulu, paruh dan cakarnya tumbuh kembali.

Untuk ‘mati raga’ seperti itu, sang burung rajawali harus rela hidup menyendiri di tempat tinggi agar tidak menjadi mangsa bagi predator lain. Juga, rajawali harus menatap matahari….

Sejenak bijak

Sama seperti kita –manusia–, manakala sakit harus tetap menatap Tuhan dan mohon kesembuhan. Kita harus bisa melakukan hal sama. Kita harus secara bertahap berolahraga sesuai tahapan usia dan berani mengubah pola makan.

Semuanya ini bukan hal yang mudah, namun harus dilakukan untuk tujuan luhur: hidup sehat sampai usia lanjut. Mengapa harus demikian? Karena manusia pada umur 40-an umumnya akan terjadi perubahan metabolisme dalam tubuh.

Itu biasanya diawali dengan kenaikan trigliserid, kolesterol, perlemakan hati dan kegemukan. Juga mulai terjadi gangguan lokomotor seperti sendi tangan yang kaku, sendi lutut yang sakit, spondilosis tulang belakang, otot yang mudah cidera, dan masih banyak lagi.

Proses “penurunan daya tahan”  ini bisa diperlambat dengan cara mengubah pola hidup, namun juga sering harus menyertakan ‘mati raga’ berupa pengorbanan. Ini karena semua kebiasaan dulu yang salah hingga akhirnya menimbulkan ketagihan tanpa sadar.

Contohnya suka mengonsumsi makanan serba manis, makanan gurih dan berlemal, adiksi rokok, adiksi hidup sedentari, dan masih banyak lagi.

Nah, mau sehat dan hidup sampai usia lanjut atau tidak? Kalau ya, mari kita tinggalkan gaya hidup makan pola lama dan mulai melangkah menjadi rajawali: berani  melawan  badai  untuk tujuan bisa hidup sampai umur 70 tahun dan syukur-syukur bisa lebih ….

Berkah Dalem

Photo credit: Currumbine Shrine of Gold Coast, Brisbane (Mathias Hariyadi)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan harian rajawali
  2. renungan kristen tentang kebersamaan
  3. yesaya 35:4-7a
  4. renungan harian lansia
  5. renungan malam lansia
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: