Hidup Sederhana Pastor: Pindah Tugas dengan Nggowes, Jalan Kaki, Nyopir Mobil Lawas

romo mardi usmanto pr

INI barulah berita baik dalam artian yang sebenarnya.

Teman Teman pencinta Keuskupan Purwokerto. Berkah Dalem. Minggu kemarin, saya mendapatkan berita yang mempesona hatiku.

Rama Tarsisius Mardi Usmanto Pr memilih cara perpindahannya dari Paroki Pemalang ke Paroki Limpung dengan tidak diantar massa/rombongan umat dengan bus atau dengan berbagai mobil. Namun, teRama Tarsisius Mardi Usmanto Pr menggunakan cara naik sepeda onthel dari Pemalang ke Subah; lalu meneruskan perjalanan lanjutan dari Subah ke Limpung dengan cara Rama hanya berjalan kaki.

Profisiat, Rama Mardi Usmanto kintenipun “obahing salira” karana nitih sepeda onthel saking Pemalang dumugi Subah, lan tindak saking Subah dhateng Limpung saged langkung ngenceraken rahipun Rama Mardi ingkang kekenthelen. Matur nuwun, Gusti.

(Pf, Romo atas usahanya melakukan olahraga dengan cara nggowes sepeda othel dari Pemalang sampai Subah dan berlanjut dengan jalan kaki dari Subah sampai Limpung. Semua itu malah jadi berkah untuk semakin ‘mencairkan’ kekentalan darah. Terima kasih Tuhan).

Berikutnya, Rama Agustinus Agung Pralebda Pr memilih cara pindahnya dari Paroki Limpung ke Paroki Majenang juga dengan tidak diantar masa/rombongan umat dengan bus atau berbagai mobil. Melainkan, Rama Agung Pralebda ke Majenang pergi sendirian dengan numpak mobil “bobrok” kesayangan Rama Agustinus Agung Pralebda Pr.

Meski memiliki tiga tiga mobil bobrok, namun Romo Agung hanya membawa serta satu mobil “bobrok”nya yang dirasa masih paling baik meski sudah bobrok.

Mangga, Rama Agung Pralenda dipun sekecakaken anggenipun lelados umat Majenang.

(Silakan saja Romo Agung meneruskan caranya sendiri dalam pelayanan pastoralnya di Paroki Majenang nantinya)

Sejauh saya tahu, kedua pastor Keuskupan Purwokerto ini sudah sampai pada tempat tujuan dengan selamat. Puji Tuhan.

Matur nuwun tumrap anggenipun Rama ngugemi “gesang prasaja, sederhana tapi mengena”. (Terima kasih atas cara hidup para pastor yang menjalani gaya hidup sederhana, apa adanya dan itu mengena di hati umat)

Cara pindah sederhana seperti itu sudah pernah dilakoni oleh Rama Yulius Paiman MSC sekitar tahun 1980-an, ketika meniti tugas baru dan pindah tempat karya dari Paroki Tegal ke Paroki Purworejo. Saat itu juga, beliau juga hanya dengan naik sepeda onthel: Tegal-Purwokerto-Purworejo. Dan beliau selamat dan masih hidup sampai saat ini dsan menikmati usia lanjutnya di Wisma Biara MSC Purworejo.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.