Hidup Di Dunia Adalah Persiapan Menuju Hidup Kekal

SABDA pada hari ini mengajak kita semua untuk meneladan sikap nabi Nuh yang taat melaksanakan kehendak Allah meski orang di sekitarnya mencemoohnya; dan tidak meniru tindakan istri Lot yang mengalamai kebinasaan karena mengabaikan perintah Allah demi hal duniawi.

Hidup di dunia tidaklah abadi, setiap saat kematian akan datang menjemput dan kita tidak berkuasa untuk menolaknya. Hendaknya kita bersikap bijaksana, jangan menghabiskan waktu hanya untuk menyibukkan diri pada hal-hal duniawi dan mengabaikan perkara surgawi.

Luangkan waktu untuk memeriksa batin kita, buanglah semua kelekatan, tidak hanya pada materi, kekuasaan, popularitas; namun juga pada rasa benci, dendam dan semua hal yang tidak berkenan di hatiNya. Sadari bahwa hal tersebut menjadi penghalang bagi kita untuk dapat mengasihi Dia dengan segenap hati dan jiwa kita. Jangan hanya gara-gara hal yang fana, kita kehilangan yang abadi.

Mari perbaharui hidup kita, bertobat dengan sungguh-sungguh dan hanya melekat kepada Dia, sumber keselamatan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.