Hidup Dalam Iman, Kasih & Harapan


YESUS sedang mengajar di rumah ibadat pada hari Sabat, ketika perhatianNya tertuju kepada seorang perempuan yang punggungnya bungkuk sehingga tidak dapat berdiri dengan tegak. Dengan segera, dipanggilNya perempuan tersebut, kemudian Ia menjamah dan membebaskannya dari penderitaan yang telah membelenggunya selama 18 tahun. Perempuan tersebut sangat bersukacita dan memuliakan nama Tuhan.


Lewat kisah pada hari ini, kita diundang Yesus untuk:

Hidup sesuai dengan iman kita; tidak cukup hanya sekedar hafal firmanNya namun kita dituntut untuk mengamalkan ajaran cinta kasihNya di dalam kehidupan nyata walaupun harus mengalami berbagai tantangan.Tidak menunda perbuatan baik kepada siapa pun dengan alasan apapun, karena amal kasih tidak dibatasi oleh waktu, hari maupun peraturan agama.Tetap tabah dalam penderitaan, selalu gigih dan setia mencari Dia; dengan demikian iman kita semakin bertumbuh dan pengharapan kita tidak pernah sirna. Jangan pernah menentukan limit waktu kepadaNya; karena Allah bekerja dengan cara yang tak terduga dan tak terselami oleh akal budi manusia. Mari percaya sepenuhnya kepada Dia, pertolonganNya selalu tepat pada waktuNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: