Hidup Berkenan di Hadapan Tuhan

PADA waktu Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atasNya. Lalu terdengarlah suara dari surga, “Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan.”

Melalui sakramen Baptis, kita dilahirkan kembali menjadi manusia baru. Dosa-dosa kita dihapuskan, kita dimurnikan dan memperoleh hidup ilahi. Tugas kita adalah mempertahankan kekudusan yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Sebuah tugas yang amat sulit untuk dilaksanakan, karena banyak sekali hambatan, kendala dan godaan yang mengalihkan perhatian kita daripadaNya.

Menyadari kelemahan dan kerapuhan diri kita, marilah kita senantiasa menjalin relasi yang erat denganNya. Mohon kekuatan dan bimbingan daripadaNya agar kita dimampukan untuk memiliki ketaatan penuh terhadap perintahNya. Dengan demikian kita dapat menjalani kehidupan di dunia ini seturut dengan kehendakNya, yakni hidup kudus dan berkenan bagiNya.

Semoga dengan kesetiaan kita meneladani sikap hidup Kristus, kelak kita disambut Bapa dengan tangan terbuka, yang menghantar kita masuk ke dalam kerajaanNya untuk memulai sebuah kehidupan baru yang kekal bersamaNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.